Umat Kristiani Bakauheni Gunakan Bahan Bekas untuk Ornamen Natal

LAMPUNG — Kesederhanaan perayaan Natal yang akan dilakukan oleh sejumlah gereja di wilayah Lampung Selatan terlihat dari beberapa persiapan yang dilakukan oleh umat Kristiani menantikan kelahiran Yesus Kristus sebagai Sang Juru Selamat.

Salah satu kesederhanaan tersebut terlihat dari persiapan Gereja Katolik Santo Kristoforus di Dusun Umbul Jering Desa Bakauheni dengan penggunaan bahan-bahan bekas untuk ornamen pembuatan goa Natal sekaligus kandang tempat kelahiran Yesus Kristus.

Frater Boni, calon pastor yang bertugas dalam tahun orientasi pastoral di unit pastoral Bakauheni menyebut umat stasi santo Kristoforus Bakauheni sudah sejak beberapa hari sebelum perayaan malam Natal membuat ornamen berupa goa yang terbuat dari bekas bungkus semen.

Bungkus semen tersebut terlebih dahulu dibongkar untuk mendapatkan lapisan bagian dalam selanjutnya dicat menggunakan warna tertentu untuk membentuk goa. Bahan bambu dan ilalang juga dipergunakan untuk membuat kandang Natal yang merupakan simbol kesederhanaan dan kemiskinan Yesus Kristus saat dilahirkan.

“Pengerjaan goa Natal beserta ornamen lain di antaranya tambahan pohon terang dari pohon cemara, suasana padang rumput dan miniatur patung suasana penggembalaan lengkap dengan gembala serta ternak domba, sapi dan onta disiapkan beberapa hari hingga proses penyelesaian sebelum perayaan malam Natal,” terang frater Boni saat ditemui Cendana News tengah melakukan proses melengkapi ornamen goa Natal yang dipasang di dekat altar gereja Santo Kristoforus Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (24/12/2017)

Kisah kelahiran Yesus Kristus yang digambarkan dalam goa Natal tersebut diakuinya menjadi sebuah fragmen berdasarkan kisah kelahiran Yesus dalam Alkitab sekaligus menjadi renungan bagi umat Kristiani untuk merayakan Natal dalam kesederhanaan.

Ia menyebut selain memiliki filosofi kesederhanaan tempat kelahiran Yesus Kristus di sebuah kandang dan di goa pembuatan ornamen goa Natal sekaligus menjadi keharmonisan umat yang bergotong royong membuat goa Natal tersebut.

Miniatur bayi Yesus, Yusuf suami Maria serta para gembala dan ternak hingga malaikat bahkan dipergunakan miniatur yang sama pada tahun sebelumnya.

Lihat juga...