Umat Kristiani Bakauheni Gunakan Bahan Bekas untuk Ornamen Natal

Ia menyebut selain memiliki filosofi kesederhanaan tempat kelahiran Yesus Kristus di sebuah kandang dan di goa pembuatan ornamen goa Natal sekaligus menjadi keharmonisan umat yang bergotong royong membuat goa Natal tersebut.

Miniatur bayi Yesus, Yusuf suami Maria serta para gembala dan ternak hingga malaikat bahkan dipergunakan miniatur yang sama pada tahun sebelumnya.

Frater Boni menyebut untuk perayaan Natal 2017 dengan tema yang ditetapkan oleh Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) mengambil tema “Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah dalam Hatimu” mengambil dari Surat Rasul Paulus Kepada Jemaat di Kolose 3:15 dan dipasang di sebuah baner tepat di dekat goa Natal yang akan dilengkapi dengan lilin Natal serta pohon terang untuk dinyalakan saat malam Natal.

Khusus untuk perayaan malam Natal di stasi unit pastoral Bakauheni frater Boni menyebut perayaan akan dipimpin oleh Pastor Wolfram Pr dengan perayaan malam Natal gabungan dari umat Katolik di stasi Sumber Agung, stasi Tridharmayoga, stasi Bakauheni pada pukul 19:00 WIB dipusatkan di gereja santo Kristoforus sementara di gereja santo Yohanes de Brito Desa Sukabakti Kecamatan Palas perayaan malam Natal akan digelar pada pukul 19:30 WIB dirayakan oleh umat dari Palas, Sukabakti dan Pasuruan dipimpin pastor Bernardus Hariyanto Silaban,Pr.

Kesederhanaan perayaan hari raya Natal 2017 juga diakui pendeta Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Siring Itik Bakauheni, Andreas Setiawan yang ditemui Cendana News di Bakauheni.

Andreas Setiawan selaku pendeta di Gereja Sidang Jemaat Allah Bakauheni [Foto: Henk Widi]
Ia bahkan menyebut kesederhanaan Natal terlihat dengan hanya akan digelarnya ibadah malam Natal pada pukul 19:00 WIB untuk mengenang kelahiran Yesus Kristus pada malam berjaga menyambut kelahiran Yesus Kristus bersama para gembala dan para malaikat dan akan dirayakan pada tanggal 25 Desember sebagai hari raya Natal.

Lihat juga...