UN 2017 di Jatim 100 Persen Berbasis Komputer

SURABAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, mengklaim telah mengalami beberapa keberhasilan dan peningkatan terkait kualitas pendidikan di wilayah itu selama 2017.

“Prestasi pertama adalah pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) yang berlangsung 100 persen. Dengan wilayah Jatim yang cukup luas bisa terlaksana dengan baik,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Saiful Rachman, usai kegiatan ‘Refleksi Pendidikan Jatim 2017’ di Surabaya, Rabu (27/12/2017).

Dalam kegiatan yang menghadirkan pihak terkait seperti Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hartoyo, mantan Dewan Pendidikan Jatim, Prof. Zainuddin Maliki dan Dosen Unair, Suko Widodo, itu selain keberhasilan melaksanakan UNBK SMK/SMA yang 100 persen, dia juga memaparkan keberhasilan lain, yaitu pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) daring.

“PPDB daring hampir tidak ada masalah. Dengan progres dan sistem zona. Ini masuk di Peraturan Daerah (Perda), tapi tidak membatasi zona,” tutur Saiful.

Disdik Jatim juga telah melakukan penguatan terhadap program Gubernur Jatim Soekarwo tentang vokasional dengan perbandingan jumlah siswa SMK/SMA 70:30.

“Ini adalah komitmen gubernur, bahwa untuk kualitas SDM di Jatim harus orientasi ke vokasi. Vokasional harus diimbagi dengan peningkatan sarana-prasarana. Gubernur mengalokasikan anggaran yang cukup besar dan sudah distribusi untuk meningkatkan nilai dan tahapan akreditasi dari SMK. Selama ini akreditasi rendah,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, untuk tahun depan, pihaknya akan lebih berkonsentrasi untuk pendidikan dan peningkatan indeks pembangunan manusia di daerah Madura yang selama ini masih rendah. Untuk itu sarana dan pra sarana akan lebih diperhatikan.

“Yang paling penting menggunakan pola dobel track, yaitu formal dan non-formal. Selain itu pendidikan di Madrasah Diniyah juga diberi pembekalan. Meskipun sudah ada SMK mini. Pada tataran tingkat menengah diharapkan adanya peningkatan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hartoyo, mengatakan wajar jika ada yang belum maksimal, mengingat baru satu tahun pengelolaan SMA/SMK diambil alih provinsi. “Dengan adanya refleksi ini sebagai dasar untuk meningkatkan yang sudah dikerjakan. Harapan harus lebiih maju,” katanya. (Ant)

Lihat juga...