UNIPA Terapkan ‘Panca Tertib’ Bentuk Mental Mahasiswa

Editor: Koko Triarko

85
Baliho bertuliskan Panca Tertiba berukuran besar yang terpampang di salah satu gedung kuliah di kampus Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere. -Foto: Ebed de Rosary

MAUMERE – Berangkat dari keprihatinan melihat mental generasi muda yang semakin hari semakin mengalamai degradasi, Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere menerapkan Panca Tertib dalam membentuk mental lulusannya, agar bisa memiliki mental yang baik.

“Kami juga membentuk mental mahasiswa dengan menerapkan Panca Tertib Kampus untuk membentuk mental lulusan kami, sebab kami merasa miris dengan mental generasi muda saat ini,” ungkap Dr. Jonas K.G.D. Gobang, S.Fil, MA.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere, Dr. Jonas K.G.D. Gobang, S.Fil., MA. -Foto: Ebed de Rosary

Saat ditemui Cendana News, Kamis (7/12/2017), di kantornya, wakil rektor bidang akademik Universitas Nusa Nipa Maumere ini mengatakan, Panca Tertib Kampus juga diberlakukan bukan saja kepada mahasiswa, tetapi kepada para dosen dan pegawai di kampus milik pemerintah kabupaten Sikka ini.

“Pertama, Tertib Adiministrasi, mahasiswa dituntut melakukan registrasi pada waktunya. Kedua, Tertib Perkuliahan, mahasiswa  tidak boleh terlambat saat kuliah dan tidak boleh putus kulaih atau drop out,” jelasnya.

Juga ada Tertib Lingkungan, di mana di wilayah kampus diterapkan area bebas asap rokok dan semua orang dilarang membuang sampah sembarangan. Serta ada Tertib Busana. dilarang keras menggunakan sandal dan baju kaos saat kuliah.

“Yang terakhir, Tertib Pergaulan. Para mahasiswa dan mahasiswi dilarang menggunakan narkoba dan mengkonsumsi alkohol saat di kampus dan diimbau untuk menjauhinya dalam kehidupan sehari-hari. Juga dilarang melakukan seks bebas dan mencerca, melecehkan dan memaki (Say No to Abuse)”, tegasnya.

Kampus Unipa, tandas Jonas, menerapkan Green and Clean Campus sejak 2014, sehingga halaman kampus sudah hijau dan bersih dan semua wilayah kampus selalu dibenahi, agar kampus bisa menjadi ‘second home’ atau rumah kedua bagi mahasiswa.

“Kami juga mengembangkan mata kuliah pendidikan karakter dan pendidikan agama, Katolik diajarkan oleh Pastor, Islam oleh Ustad yang memiliki sertifikat serta agama Kristen Protestan oleh Pendeta,” bebernya.

Setiap hari Jumat pagi, lanjut Jonas, kampus mengadakan Misa. Dari hari ke hari, semakin banyak mahasiswa yang mengikuti ibadat rohani agama Katolik ini. Kegiatan ini juga bagian dari pendidikan karakter. Paling tidak, orang merasa takut akan Tuhan, sehingga dia tidak melakukan hal-hal negatif.

Dedy Allan, salah seorang mahasiswa program studi Bahasa Inggris kepada Cendana News menyebutkan, dengan adanya penerapan Panca Tertib ini para mahasiswa bisa menahan diri untuk tidak merokok di dalam area kampus. Kalau ada yang merokok, petugas keamanan pasti langsung menegur.

Dedy berharap, penerapan aturan ini lebih ketat lagi. Sebab, masih saja ada mahasiswa dan dosen yang merokok di dalam area kampus secara sembunyi-sembunyi. Ada juga staf yang menggunakan sandal jepit saat berjalan di dalam areal kampus.

“Dampak penerapan Panca Tertib ini memang sangat bagus. Hampir tidak ada orang merokok di areal kampus. Lingkungan kampus juga semakin bersih dan hijau, sehingga nyaman sebagi tempat bersantai dan belajar,” ungkapnya.

Komentar