Unram-Organisasi Pangan Dunia Kembangkan Tanaman Pangan Lahan Kering

MATARAM — Meningkatkan dan mengembangkan produktivitas hasil pertanian di daerah dan kawasan lahan kering Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Universitas Mataram (Unram) menjalin kerjasama dengan organisasi pangan dunia.

“Untuk daerah lahan kering di NTB, Unram saat ini jalin kerjasama dengan organisasi pangan dunia untuk mengembangkan tanaman pangan dan meningkatkan produktivitas lahan,” kata Dosen Fakultas Pertanian Unram, Prof. Wayan Sutrisna di Mataram, Sabtu (30/12/2017).

Beberapa daerah lahan kering yang menjadi kawasan kerjasama pengembangan tanaman pangan antara lain, daerah Pemokong, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, termasuk di Kabupaten Lombok Utara.

Dalam kerjasama tersebut, dilakukan kajian konversasi pertanian atau pertanian konversasi, bagaimana mendorong kesuburan tanahnya, karena selama ini lahan tersebut cukup kritis dan sangat tergantung air.

“Kita ingin mengembalikan lahan berfungsi sebaik mungkin, dengan teknologi yang ada, karena dari segi pengolahan lahan selama ini, ada lahan yang hanya diolah sekali dan ada juga yang tidak diolah sama sekali,” sebutnya.

Lebib lanjut Sutrisna menjelaskan, untuk di KLU, Fakultas Pertanian Unram mulai membina supaya lahan di sana lebih baik, sebab sekarang petani, habis panen lahan dibakar, di samping merusak tanah, bahan organik yang seharusnya bisa digunakan memperbaiki kesuburan tanah hilang percuma.

Berbeda misalkan pengolahan lahan kering dengan cara penyemprotan obat pestisida untuk membunuh rumput, tidak sampai merusak kesuburan tanah, apalagi kalau diikuti pedoman sesuai dosis, tidak berpengaruh dan merusak kesuburan tanah.

Petani menanam jagung di lahan kering/Foto : Turmuzi

Selain memang untuk pertanian kita, terutama lahan kering, masalah bercocok tanam terbesar adalah gulma dengan areal lahan yang luas, sehingga tidak memungkinkan menggunakan manual, itulah sebabnya mengapa banyak petani menggunakan obat herbisida, supaya lebih cepat.

“Untuk mengembalikan kesuburan tanah lahan kering, dengan menggunakan teknologi striping, memberikan bahan organik, berupa pupuk kotoran sapi untuk merubah kesuburan lahan, kemudian diberikan tanaman penutup tanah berupa jenis legum, Komak, kecipir dan koro, dengan tujuan supaya bisa mengembalikan kesuburan melalui sisa bahan oraganiknya,” katanya.

Fakultas pertanian Unram sendiri untuk lahan kering telah menghasilkan penelitian padi Gogo, untuk daerah kering, yaitu invago Unram 1, sebutnya.

“Itu hasil dari staf kami di pemuliaan tanaman Fakultas Pertanian dan sudah dirilis secara nasional dengan keunggulan tahan di daerah lahan kering, dari segi hasil sudah kopetitif,” katanya.

Lihat juga...