Upsus Pajale, 160 Hektare Lahan di Kecamatan Penengahan Ditanami Kedelai

LAMPUNG — 160 hektare lahan di Desa Klaten Kecamatan Penengahan sudah mulai ditanami benih kedelai yang disaluri Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DPTPHBun) Kabupaten Lampung Selatan sejak September hingga November lalu.

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) DPTPHBun UPTD Kecamatan Penengahan wilayah Desa Klaten, Maryono menyebutkan, sebagian kelompok tani sudah mulai melakukan penanaman benih kedelai yang dibagikan setelah lahan dipersiapkan dan proses penanaman dilakukan secara gotong royong oleh anggota kelompok tani.

“Hari ini kita lakukan penanaman kedelai bersama anggota kelompok tani Tunas Makmur 3 di Desa Klaten,” terang Maryono saat ditemui Cendana News di lahan pertanian kedelai dan jagung, Minggu (10/12/2017).

Disebutkan, setiap kelompok tani menerima bantuan 40 kilogram benih kedelai per hektare lahan yang dikerjakan secara padat karya oleh anggota kelompok.

Menurut Maryono, penanaman kedelai akan dilakukan di 1.325 hektare di wilayah Penengahan yang meliputi sekitar 22 desa dan khusus di Desa Klaten tercatat sebanyak 160 hektare.

Ia berharap, dari 160 hektare lahan kedelai rata rata menghasilkan sekitar 1,5 ton kedelai saat panen sehingga upaya khusus swasembada kedelai bisa terealisasi berkat adanya bantuan benih dari pemerintah.

Khusus di Desa Klaten Maryono menyebut kelompok petani kedelai berjumlah sekitar 16 kelompok dengan masing masing kelompok memiliki luasan lahan sekitar 10 hektar. Petani kedelai juga diberi kemudahan dalam ketersediaan bibit, herbisida pembasmi rumput serta pasca panen hasil kedelai akan dibeli oleh pengepul yang telah bekerjasama dengan kelompok petani penanam kedelai.

Maryono, PPL Desa Klaten dan Serda Sudarwato Babinsa Koramil 03/Penengahan [Foto: Henk Widi]
Ketua kelompok tani Tunas Makmur 3, Wiyono menyebutkan, saat ini kelompoknya beranggotakan 20 orang anggota aktif dengan setiap petani memiliki luasan lahan berbeda dengan total keseluruhan lahan seluas 10 hektare.

Bintara pembina desa Koramil 03/Penengahan Sersan Dua Sudarwanto menyebut upaya khusus padi, jagung dan kedelai di wilayah tersebut diakuinya juga mendapat pendampingan dari TNI yang telah melakukan nota kesepahaman dengan Kementerian Pertanian. Selain melakukan pendampingan, sejak proses pembagian bibit padi, jagung dan kedelai kepada sejumlah anggota kelompok Babinsa juga mengawasi pendistribusian pupuk bersubsidi.

“Kami para babinsa di setiap desa bahkan ikut terjun langsung melakukan proses penanaman sehingga upsus pajale benar benar berjalan dan kami laporkan ke pimpinan,” terang Serda Sudarwanto.

Lihat juga...