Venezuela Selidiki Korupsi Melibatkan Mantan Raja Minyak

KARAKAS – Venezuela sedang menyelidiki mantan raja minyak Rafael Ramirez dalam kaitannya dengan kasus korupsi. Kantor Kejaksaan setempat menyebut skandal korupsi yang diselidiki tersebut senilai 4,8 miliar dolar AS  atau sekira Rp65 triliun.

Ramirez adalah mantan kepala perusahaan perminyakan negara, PDVSA, dan pernah menjabat sebagai menteri perminyakan yang sangat berpengaruh di Venezuela.

Jaksa Tarek Saab mengatakan, Ramirez dan setidaknya empat pejabat perminyakan lainnya dari negara OPEC Amerika Utara diduga menjual minyak mentah di bawah harga pasar sebagai imbalan atas suap.

Pihak berwenang Venezuela telah memperingatkan pada awal bulan ini bahwa mereka berencana menyelidiki sang bekas raja minyak. Penyidikan dijalankan di tengah peningkatan upaya pembersihan tindakan korupsi, yang telah membuat puluhan pejabat tinggi perminyakan ditahan.

Venezuela telah mengeluarkan perintah pencopotan Ramirez dari jabatannya sebagai wakil negara tersebut untuk PBB di New York bulan lalu. “Ramirez tampaknya merupakan tokoh intelektual utama di balik apa yang telah terjadi,” kata Saab, yang telah mengundang Ramirez ke Venezuela untuk membela diri.

Dalam pengumumannya pada Jumat (29/12/2017), Saab juga melaporkan penahanan terhadap mantan petinggi kantor cabang PDVSA di Wina Nelida Izarra. Izarra di dugaan terkait dengan pembelian dan penjualan minyak mentah yang mencurigakan.

Saab juga mengatakan ia telah memerintahkan penahanan terhadap dua pejabat PDVA lainnya yang bekerja di Austria, yaitu Bernard Mommer dan Irama Quiroz, serta pengacara bernama Mariana Zerpa. Belum ada keterangan soal di mana Izarra ditahan atau di negara mana para tersangka lainnya berada saat ini.

Sementara itu Ramirez, yang memimpin PDVSA selama satu dekade mengatakan, bahwa tuduhan itu merupakan kebohongan yang menyolok. “Apa yang dikatakan jaksa bukan hanya tidak benar, tapi juga menunjukkan kebodohan yang parah,” kata Ramirez.

Ramirez mengambahkan kantor PDVSA di Wina tidak bertugas untuk menjual minyak melainkan memantau harga ekspor minyak mentah Venezuela. (Ant)

Lihat juga...