Vietnam Tangkap Mantan Penentu Kebijakan Karena Penyalahgunaan Jabatan

HANOI – Polisi Vietnam menangkap seorang mantan pejabat tinggi Partai Komunis negara tersebut yang bernama Dinh La Thang (56), Jumat (8/12/2017). Mantan penentu kebijakan tersebut dicurigai telah menyalahgunakan jabatannya.

Kementerian Keamanan Umum Vietnam menyebut, Thang disebut telah melakukan penyalahgunaan jabatan saat menjadi ketua perusahaan utama energi. Karena tuduhan tersebut mantan anggota pertama penentu kebijakan Vietnam tersebut akan menjalani penuntutan dalam beberapa dasawarsa.

“Polisi mengeluarkan perintah penangkapan dan penuntutan untuk Dinh La Thang yang diduga melakukan pelanggaran peraturan negara mengenai manajemen ekonomi, yang menyebabkan konsekuensi serius,” demikian pernyataan Kementerian Keamanan Umum Vietnam, Sabtu (9/12/2017).

Thang adalah pejabat tertinggi terlibat dalam tindakan keras meluas terhadap kecurangan di bidang energi dan perbankan yang terjadi di Vietnam. Polisi menyelidiki dua perkara terkait masa jabatan Thang sebagai ketua perusahaan minyak dan gas negara, PetroVietnam.

“Skandal modal hilang di Ocean Bank setempat dan diduga melakukan tindakan gelap pada anak perusahaan PetroVietnam, PetroVietnam Construction Joint Stock Corp (PVC),” demikian pernyataan polisi setempat.

Tindakan keras terhadap korupsi di Vietnam menjadi pemberitaan utama pada Agustus ketika Jerman menuduh Vietnam menculik Trinh Xuan Thanh, mantan ketua PVC, di Berlin setelah dia mengajukan suaka di sana. Partai tersebut mengatakan bahwa pihaknya bertujuan untuk membiarkan Thanh diadili bulan depan.

Kritik pemerintah telah menyuarakan kecurigaan bahwa tindakan korupsi tersebut bermotif politik setidaknya sebagian. Salah satu yang mencuat adalah dugaan korusi tersebut ditujukan untuk melawan orang-orang yang dekat dengan mantan perdana menteri Nguyen Tan Dung, yang kalah dalam pertarungan kekuasaan internal pada 2016.

“Perkembangan ini merupakan peristiwa besar dalam politik Vietnam dan mencerminkan upaya bersama oleh orang-orang di puncak komando partai untuk mengendalikan dan mengadili kasus-kasus korupsi skala besar dan kasus-kasus penyimpangan yang serius di antara pejabat tinggi partai dan pejabat negara,” demikian pakar tentang Vietnam Jonathan London dari Universitas Leiden.

Thang dipecat dari anggota penentu kebijakan setelah Partai Komunis menemukannya bertanggung jawab atas kerugian finansial di PetroVietnam. Hal tersebut juga membuatnya harus menanggalkan peran sebagai ketua partai Ho Chi Minh City.

Mengadili mantan anggota penentu kebijakan belum pernah terjadi sebelumnya. Pada 1979, seorang mantan pejabat penentu kebijakan, Hoang Van Hoan, diberi hukuman mati secara in absentia setelah dia melarikan diri dari negara tersebut.

Sabtu (9/12/2017), polisi mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk saudara laki-laki Thang yang bernama Dinh Manh Thang yang merupakan mantan ketua PetroVietnam. Kali ini penangkapan dilakukan  atas tuduhan melanggar peraturan negara mengenai manajemen ekonomi yang menyebabkan konsekuensi serius.

Sebelumnya Jumat (8/12/2017) polisi juga mengeluarkan perintah penangkapan untuk Nguyen Quoc Khanh, mantan ketua PetroVietnam. Pada September, seorang mantan ketua PetroVietnam lainnya dijatuhi hukuman mati karena melakukan penggelapan di antara kejahatan lainnya. (Ant)

Lihat juga...