Walhi Sumut Minta BKSDA Lindungi Gajah

MEDAN — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Sumatera Utara minta Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumut agar melindungi satwa gajah yang berada di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Aek Nauli, Kabupaten Simalungun.

Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Dana Prima Tarigan di Medan, Rabu (27/12), mengatakan hewan yang mulai terancam punah itu, harus benar-benar dijaga dan dilindungi oleh pemerintah.

Sebab, menurut dia, gajah yang merupakan satwa langka dilindungi itu, jangan sampai mengalami gangguan atau sakit di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Aek Nauli (KHDTK) Aek Nauli, Kabupaten Simalungun, Sumut.

“Ini harus menjadi perhatian bagi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumut, sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam perlindungan satwa gajah,” ujar Dana.

Ia menyebutkan, ditempatkannya satwa gajah sumatera atau bahasa latin “Elephas Maximus Sumatranus” di hutan Aek Nauli agar dapat terlindungi dari aksi perburuan liar.

Selain itu, kelestarian gajah tersebut, juga harus dijaga dan jangan sampai mengalami kepunahan.

“Gajah yang hidup di kawasan hutan Aek Nauli, juga disiapkan bahan makanan yang bergiji dan begitu juga kesehatan hewan tersebut tetap dipantau,” ucapnya.

Dana mengatakan, tempat pelestarian gajah di kawasan hutan Simalungun atau sekitar 110 Km arah Selatan Kota Medan juga memberikan nilai tambah pagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.

Karena selama ini, tempat pelatihan dan pelestarian gajah itu, hanya ada terdapat di Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumut.

“Namun, saat ini perlindungan hewan gajah tersebut, sudah ada di Simalungun yang selama ini dikenal sebagai daerah perkebunan,” kata Pemerhati Lingkungan itu.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I (MOR I) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bekerja sama dengan Balai Litbang Lingkungan Hidup (LH) dan Kehutanan Aek Nauli, mengadakan program konservasi tumbuhan dan satwa dilindungi di area Kawasan Hutan, dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara Kamis, (14/12/2017).

Program ini diselenggarakan dalam rangka melestarikan lingkungan hidup, khususnya untuk menjaga tumbuhan dan satwa endemik yang dilindungi.

Pemberian bantuan pelestarian lingkungan dilakukan secara simbolis oleh General Manager MOR I, Erry Widiastono bersama Kepala Balai Litbang LH dan Kehutanan Aek Nauli, Pratiara dengan melakukan penanaman pohon serta pemberian bantuan sarana pakan satwa langka, yaitu gajah sumatera (Elephas Maximus Sumatranus), yang dikembangkan di area Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC) di atas lahan seluas 1.900 hektare.

Erry Widiastono berharap, kegiatan konservasi diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi semua pihak sebagai wujud tanggung jawab terhadap lingkungan maupun tumbuhan dan satwa dilindungi.

“Program konservasi ini menjadi investasi lingkungan yang berharga sekaligus wujud kepeduliaan Pertamina dalam mewariskan ekosistem yang berkelanjutan serta kelestarian flora dan fauna bagi generasi selanjutnya,” kata Erry (Ant).

Lihat juga...