Walhi Sumut: Perambahan Mangrove Dapat Menimbulkan Bencana

MEDAN — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Sumatera Utara minta Dinas Kehutanan Sumut menertibkan perambahan ratusan hektare hutan bakau atau “mangrove” di bibir pantai Desa Pematang Sei Baru, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut, Dana Tarigan, di Medan (14/12), Kamis, mengatakan penebangan kayu bakau tersebut untuk dijadikan arang, dan harus segera dihentikan.

Karena pengambilan kayu bakau diduga secara ilegal itu, menurut dia, tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan bencana tsunami.

“Fenomena alam yang ditimbulkan air laut tersebut, harus dapat diantisipasi dan jangan sampai menimbulkan kerugian bagi masyarakat Desa Pematang Sei Baru,” ujar Dana.

Ia mengatakan, kawasan hutan mangrove tersebut, juga berfungsi untuk mencegah jika terjadinya ombak besar atau peristiwa tsunumi di daerah tersebut.

Hutan bakau yang dilestarikan oleh pemerintah melalui Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) pada 2004 jangan dirusak, serta harus tetap dilindungi.

Lihat juga...