Wali Kota Minta BP Batam Fokus di Industri

BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam diminta fokus pada usaha pengembangan industri di wilayah tersebut. Harapan dari Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau tersebut dipengaruhi oleh menurunnya kondisi industri di Batam.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyebut, pengembangan industri di Batam seharusnya menjadi prioritas dari BP Batam. “Industri (kini) hancur lebur, seharusnya (pengembangan industri) itu prioritas,” kata Rudi menanggapi langkah BP Batam, Jumat (29/12/2017).

Rudi menyebut, BP Batam Batam sebelumnya dikenal sebagai kawasan industri yang bergengsi di kawasan Asia Pasifik. Namun saat ini dunia industri di Batam semakin melemah. Dan kondisi tersebut sudah seharusnya mendapatkan perhatian dari BP Batam.

Kendala dari pengembangan industri diminta untuk segera diatasi. Dan bukan malah ikut bermain di bidang pariwisata yang selama ini sudah menjadi perhatian dari pemerintah daerah. “Itu (Industri) malah tidak diurus sekarang. Apa kendala yang lama, selesaikanlah. Apa fasilitas mereka yang kurang, selesaikan,” tegas Rudi.

Menurut dia, selama ini Pemkot sudah menggodok bidang pariwisata secara bertahap dengan matang. Sebagai langkah awal, pemkot telah memperbaiki infrastruktur demi kenyamanan wisatawan yang berkunjung. Upaya tersebut memiliki tujuan untuk menambah lama tinggal wisman di Batam.

“Pemkot sudah siapkan. Bumbu berupa pembangunan infrastruktur sudah saya siapin, dia (BP Kawasan) masak (mengadakan agenda untuk menjaring wisman). Kami belum masak,” tandas Wali Kota.

Pemkot disebut Rudi, bukannya tidak mau mengadakan sejumlah agenda pariwisata. Saat ini anggaran diperbesar untuk infrastruktur yang disebutnya sebagai bumbu. Bila sarana dan prasarana siap, baru akan merangsang kedatangan wisman dan wisnus.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyoroti kegiatan yang diselenggarakan BP Kawasan Batam, yang dianggap tidak tepat sasaran. Semestinya BP Kawasan Batam disebutnya, membuat acara yang dapat mendatangkan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara, bukan warga Batam. “Acara dibuat siapa yang datang, seperti ‘Car Free Day’, yang datang orang Batam,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...