Warga Kecamatan Ketapang Wajib Tanam Ketapang Kencana

223

LAMPUNG — Kecamatan Ketapang merupakan hasil pemekaran Kecamatan Penengahan, kabupaten Lampung Selatan. Sebagian wilayahnya berbatasan langsung dengan pantai pesisir Timur Lampung dengan vegetasi hutan mangrove dan Ketapang.

Menurut Jasmani (40), salah satu warga Desa Legundi, kecamatan Ketapang pemberian nama Kecamatan Ketapang diakuinya tak lepas dari sejarah banyaknya hutan Ketapang di wilayah tersebut puluhan tahun silam.

Sebelum maraknya pembangunan fasilitas budidaya udang windu dan ikan bandeng dengan pengalihfungsian lahan di wilayah tersebut menjadi bangunan rumah walet, mangrove dan ketapang tumbuh alami. Namun setelah adanya pembangunan fasilitas tersebut mangrove dan ketapang mengalami penurunan jumlah.

Hal ini berdampak pada terjangan angin kencang dari pesisir pantai. Akhirnya berimbas sebagian perkampungan warga membuat perumahan warga kerap mengalami kerusakan akibat badai.

“Beruntung sejak enam tahun silam kami mendapat sosialisasi terkait pentingnya tanaman pohon ketapang laut dan ketapang kencana sebagai benteng alam untuk melindungi perumahan kami dari terjangan angin paska ada bencana puting beliung di wilayah Desa Sidoasih yang menerjang rumah,” terang Jasmani kepada Cendana News, Rabu (6/12/2017).

Bagian depan rumahnya tumbuh puluhan pohon ketapang kencana sebagai peneduh sekaligus menjaga keindahan pekarangan. Tuturnya ketapang kencana (terminalia mantaly) banyak ditanam warga Ketapang.

Selain bentuknya yang indah, ketapang kencana sangat rindang dengan daun dan cabang yang membuat sejuk sehingga kerap ditanam warga. Selain itu dalam berbagai pengalaman Jasmani menyebut belum pernah ada tanaman ketapang kencana yang roboh dengan kondisi angin sekencang apapun bahkan justru menjadi pelindung perumahan saat angin kencang melanda.

Ia mengaku selain manfaat melindungi perumahan dari terjangan angin puting beliung pohon ketapang kencana menjadi tanaman pelindung sekaligus sebagai tanaman peneduh sehingga rumah akan terasa sejuk. Pohon ini memiliki tinggi hingga mencapai dua meter.

Selain ketapang kencana sebagian warga bahkan masih menanam pohon ketapang laut di sepanjang jalan desa beberapa ditanam di tepi pantai secara berjajar melindungi perkampungan dari hantaman badai yang berasal dari perairan pantai Timur Lampung.

Suardi (39) warga lainnya mengaku sengaja menanam ketapang kencana. Dia menyebut program penanaman ketapang kencana yang diwajibkan oleh pemerintah kecamatan dan desa tersebut.

Suardi menanam pohon ketapang kencana yang telah mencapai ketinggian tiga meter/Foto: Henk Widi.

Bibit pohon merupakan bantuan dari Persemaian Permanen Lampung milik Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih Way Sekampung (BPDAS-WSS) di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang ada di desa Karangsari.

Tanaman ketapang kencana di pasaran dibanderol dengan harga yang mahal berkisar Rp50.000 untuk setiap bibit dengan ketinggian mencapai satu meter sebagai tanaman hias.

Berkat upaya penghijauan lingkungan di kawasan Register I Way Pisang yang sebagian sudah menjadi perumahan warga tanaman ketapang kencana dibagikan kepada masyarakat secara gratis.

“Setiap rumah diwajibkan menanam dua tanaman ketapang kencana sebagian ditanam di sepanjang jalan sebagai peneduh dan mempercantik jalan desa sekaligus memelihara keindahan karena tanaman ketapang kencana memang cukup menarik,” terang Suardi.

Ketapang mudah ditanam, sangatmudah dirawat terutama pada masa awal penanaman. Penyiramannya hanya satu kali dalam sehari setiap pagi. Namun, jika ukurannya sudah mencapai dua meter, penyiraman bisa dilakukan hanya dua hari sekali pagi dan sore.

Selain disiram, pohon ini juga membutuhkan pupuk satu bulan dua kali. Pada tepi jalan tanaman ketapang kencana yang merupakan tanaman perdu. jIka sudah mencapai kabel listrik pemangkasan dilakukan meski tidak mengurangi estetika keindahan pohon ketapang kencana tersebut.

Terkait kewajiban menanam pohon ketapang kencana oleh pemerintah kecamatan maupun desa, Slamet, selaku manajer persemaian permanen BPDAS-WSS menyebut ketapang kencana sengaja disediakan secara gratis bagi masyarakat sebagai tanaman penghijauan.

Selain upaya menghutankan kembali wilayah yang telah gersang dengan berbagai tanaman reboisasi tanaman kencana bahkan bisa ditanam tanpa mengganggu tanaman produktif lain.

“Beberapa lokasi wisata pantai serta warga yang ada di pesisir pantai sengaja diberikan bibit dalam jumlah banyak oleh pemerintah desa sebagian warga berinisiatif meminta bibit kepada kami dan ditanam untuk penghijauan,” ungkap Slamet.

Slamet menyebut kesadaran masyarakat untuk melakukan penghijauan cukup terlihat dengan jumlah produksi sebanyak 24 tanaman kayu kayuan salah satunya ketapang kencana yang diproduksi hingga Oktober 2017.

Pihaknya sudah mendistribusikan sebanyak 820.857 bibit dari total sebanyak 2.079.000 bibit. Dari total produksi sebanyak itu masyarakat banyak menanam jenis tanaman ketapang laut, cemara laut dan ketapang kencana.

Tanaman cemara laut yang diproduksi sebanyak 10.000 bibit. Dari jumlah itu sebanyak 4.430 bibit telah didistribusikan sehingga masih tersisa senanyak 5.570 bibit .

Sementara jenis ketapang laut produksi 20.000 bibit terdistribusi sebanyak 11.300 bibit atau tersisa sebanyak 8.700 bibit. Sementara ketapang kencana produksi sebanyak 25.000 bibit terdistribusi sebanyak 10.275 sehingga tersisa bibit sebanyak 14.725 bibit.

Tambah Slamet pihaknya juga bekerjasama dengan Kementerian Agama melalui program pengantin baru wajib menanam pohon dengan jenis ketapang kencana, nangka mini dan kelengkeng serta pohon lain sebagai tanaman wajib.

Upaya ini diakui Slamet sekaligus terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menanam pohon akibat semakin berkurangnya hutan sehingga reboisasi dengan tanaman perdu bermanfaat semakin ditingkatkan.

Ia menyebut Persemaian Permanen BPDAS-WSS KLHK terus memfasilitasi dengan penyediaan bibit secara gratis kepada masyarakat dengan persyaratan yang sudah disediakan di antaranya dokumen kependudukan dan luasan lahan sekaligus rekomendasi dari desa.

Jalan jalan desa ditanami pohon ketapang kencana sebagai peneduh /Foto: Henk Widi.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.