Warga Minta KAI Tambah Gerbong Khusus Perempuan

LEBAK – Warga pengguna jasa angkutan commuter line Rangkasbitung-Tanahabang meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah gerbong khusus perempuan guna kenyamanan para penumpang wanita.

“Selama ini gerbong khusus perempuan cukup terbatas hanya dua gerbong, yakni gerbong pertama dan gerbong terakhir,” kata Mailani (30) seorang warga Rangkasbitung, Lebak, Banten, Jumat.

Ia mengaku bersama ratusan perempuan lainnya setiap hari menggunakan Commuter Line rute Rangkasbitung-Tanahabang.

Namun, jika gerbong khusus perempuan penuh maka harus berbaur dengan kaum laki-laki.

PT KAI setiap perjalanan Commuter Line mengangkut rangkaian hingga 10 gerbong dan hanya menyediakan dua gerbong khusus perempuan.

Karena itu, pihaknya berharap PT KAI dapat kembali menambah khusus gerbong untuk perempuan.

“Kami merasa tidak nyaman karena kerapkali mengalami pelecehan seksual jika padat penumpang,” katanya menjelaskan.

Begitu juga Tuti (30) seorang pengguna jasa angkutan Commuter Line mengatakan dirinya sangat mengharapkan adanya penambahan gerbong khusus untuk perempuan.

Apalagi, saat ini memperingati Hari Ibu tentu kaum perempuan perlu mendapat perlindungan.

Selama ini, dirinya kerapkali tidak tertampung di gerbong khusus perempuan sehingga terpaksa berbaur dengan laki-laki.

Bahkan, dirinya pernah mengalami pelecehan seksual saat penumpang padat.

“Kami minta PT KAI bisa menambah gerbong khusus perempuan,” kata Tuti sambil berharap.

Tuti sebagai pekerja tata usaha di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta dan setiap hari pulang pergi ke Rangkasbitung.

Apabila, pulang sore hari setelah bekerja dipastikan penumpang Commuter Line begitu padat dan saling berdesakan.

“Kami tentu merasa tidak nyaman jika penumpang itu padat dan berlainan muhrim,” katanya menjelaskan.

Kepala Stasiun Rangkasbitung Endarno mengatakan penambahan gerbong khusus perempuan itu bagaimana kebijakan dan kewenangan PT KAI.

Saat ini, dirinya hanya fokus bekerja melayani masyarakat pengguna jasa angkutan massal dengan tepat waktu baik keberangkatan maupun kedatangan juga keselamatan.

“Kami berharap usulan perempuan itu bisa direalisasikan penambahan gerbong khusus,” katanya. (Ant)

Lihat juga...