Warga Pulau Rimau di Lamsel Kesulitan Beli Elpiji “Melon”

LAMPUNG — Kurangnya informasi sekaligus tidak adanya alokasi operasi pasar elpiji bersubdisi ukuran 3 kilogram membuat sejumlah warga di beberapa dusun di Pulau Rimau Balak, Pulau Kandang Balak yang berada di Selat Sunda pengguna bahan bakar gas tersebut masih membeli gas dengan harga Rp25.000 bahkan hingga Rp30.000 pertabung.

Isnani (40) salah satu warga Dusun Gusung Berak Desa Sumur Kecamatan Ketapang bahkan harus menyeberang ke daratan Pulau Sumatera untuk mendapatkan tabung dengan harga murah sekaligus berbelanja keperluan rumah tangga lain.

Ia menyebutkan, saat ini di Pulau Rimau Balak hanya ada satu warung penjual gas elpiji dengan jumlah yang terbatas sehingga saat kondisi gas elpiji langka sejumlah warga sementara waktu beralih menggunakan bahan bakar kayu dan sebagian membeli gas elpiji ukuran 3 kilogram dengan harga sekitar Rp27.000 pertabung.
Harga tersebut diakuinya cukup wajar meski masih memberatkan warga yang tinggal di pulau dengan akses menuju ke darat harus mempergunakan perahu terutama saat pedagang pengecer di pulau tersebut kehabisan stok.

“Kemarin sempat mendengar informasi ada operasi tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram namun lokasinya di kecamatan dan sangat jauh sehingga saya tidak membeli padahal harganya jauh di bawah harga pengecer,” terang Isnani warga Dusun Berak Desa Sumur yang tinggal di Pulau Rimau Balak saat ditemui Cendana News bersama suaminya di dermaga Keramat, Minggu (17/12/2017)

Isnani berharap operasi tabung elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram bisa dilakukan di sejumlah perkampungan nelayan yang berada di dekat Pulau Kandang Balak, Rimau Balak dengan jumlah Kepala Keluarga mencapai sekitar 89 KK. Hal tersebut agar warga pulau bisa ikut menikmati harga murah dalam operasi pasar gas elpiji ukuran 3 kilogram.

“Kalau ada operasi pasar murah elpiji dan kebutuhan pokok lain jelang hari raya informasinya selalu sampai beberapa hari sebelumnya sehingga ada persiapan tapi kemarin informasi tiba sehari setelahnya,” keluh Isnani.

Sebelumnya pada Selasa (12/12) PT. Pertamina (Persero), Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Lampung Selatan dan Pemkab Lamsel bahkan menggelar operasi pasar LPG ukuran 3 kilogram di sebanyak 8 kecamatan secara serentak diantaranya di Candipuro, Kalianda, Bakauheni, Sidomulyo, Rajabasa, Katibung, Penengahan dan Sragi dengan total 4.480 tabung dijual ke masyarakat.

Widodo, penanggungjawab PT.Hasil Bumi Sumber Alam yang dilibatkan dalam operasi pasar gas elpiji ukuran 3 kilogram menyebutkan, beberapa kecamatan lain juga akan mendapatkan jadwal untuk operasi pasar meski ia menyebut, keputusan pengadaan operasi pasar ada pada Pemkab Lamsel dan Pertamina terutama memenuhi kebutuhan tabung gas elpiji jelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

Lihat juga...