Warga Sentul City Geruduk PDAM Bogor

CIBINONG – Ketersediaan air bersih merupakan bagian penting yang diatur dalam Pasal 33 Undang-undang dasar 1945, bahwa air dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat.

Kamis (21/12), sekelompok warga Sentul City melakukan aksi di kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bogor, menuntut kehadiran negara dalam hal ini pihak PDAM untuk menangani permasalahan air yang dialami oleh warga Sentul City.

Kepada Cendana News, Deni Erlina, salah seorang warga mengatakan, pihak PT Sentul City Tbk telah menyebabkan kerugian di pihak warga. Di antaranya developer melalui PT. Sukapura Graha Cemerlang (SGC) melakukan penyatuan tagihan antara Biaya Pemeliharaan Pengelolaan Lingkungan (BPPL) dan tagihan pemakaian air.

Tarif BPPL pun dinaikkan dua kali dalam setahun oleh pihak pengelola, dan akses terhadap air dijadikan sandera oleh pengelola untuk menjamin BPPL tetap dibayar, meskipun warga tidak setuju atas pemberlakuan BPPL dan tarif. Selain itu ketika pasokan air terhenti, PT SGC menyalahkan PDAM yang mengurangi pasokan air.

“Kalau PT SGC kompeten mengelola air, seharusnya tidak ada kekurangan air,” ungkap Deni seraya mengatakan bahwa warga Sentul City tidak pernah bisa melakukan klarifikasi atas alasan tersebut.

Deni mengungkapkan bahwa PT Sentul City, Tbk selalu meminta subsidi kepada PDAM dengan alasan biaya operasional tinggi. Padahal setelah memperoleh subsidi, PT. SGC (Sukapura Graha Cemerlang) menerapkan tarif yang cukup tinggi kepada warga.

“Pihak Pemkab Bogor seperti mengamini apa yang dilakukan oleh PT. Sentul City,” jelas Deni seraya mengatakan bahwa Pemkab Bogor telah mengeluarkan ijin SPAM ( Sistem Pengelolaan Air Minum ) pada 1 Maret 2017. Deni menilai bahwa izin yang dikeluarkan oleh Pemkab Bogor jelas melanggar peraturan perundangan.

Ario Danu, Corporate Communication PT. Sentul City mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan kerjasama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan, Kabupaten Bogor sejak tahun 2005 silam guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Sentul City.

“Estimasinya hingga tahun 2020,” ungkap Danu seraya mengatakan bahwa pihaknya juga mengupayakan Pemanfaatan Air Permukaan (SIPPA) Nomor : 75.5/KPTS/M/2012 dengan lokasi pengambilan air adalah Sungai Cibimbim, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat yang berlaku sampai dengan tanggal 10 April 2017.

“Kami juga sudah ada Rekomendasi Perpanjangan SIPPA Sungai Cibimbin berdasarkan Surat Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane No. 03/BAP-R/BBWSCC/IX/2017 tanggal 6 September 2017,” jelas Ario.

Ketika ditemui oleh Cendana News, Deni mengatakan bahwa pihak PDAM Kabupaten Bogor harus turun langsung ke Sentul City untuk menangani masalah ketersediaan air bersih. Pasalnya, warga Sentul City tidak bisa menerima air sepanjang hari, ada waktu-waktu tertentu dimana air dimatikan.

Alasan dari PT. SGC bahwa PDAM Tirta Kahuripan mengurangi supply air ke Sentul City, seharusnya adalah 90 lps (liter per second) tapi hanya di supply 60 lps. Deni menilai bahwa hal tersebut tidak masuk akal, karena saat ini tidak terjadi kekeringan.

Sementara itu, ketika dihubungi oleh Cendana News, Ario mengatakan bahwa upaya yang dilakukan oleh pihaknya tidak disambut baik oleh segelintir warga di Sentul City.

“Walaupun segelintir warga Sentul City secara terang-terangan menghambat upaya kami untuk menyediakan air bersih bagi seluruh warga, kami akan melakukan hal terbaik,” pungkas Ario seraya mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan yang terbaik agar mayoritas warga di Sentul City tidak dirugikan.

Hingga berita ini diturunkan, masih berlangsung mediasi antara pihak PDAM Kabupaten Bogor dan perwakilan aksi massa.

Setelah mengadakan aksi teatrikal di depan kantor PDAM Kota Bogor, massa akan bergerak ke kantor Pemerintah Kabupaten Bogor, Cibinong, Jawa Barat. Massa mengancam akan membawa perkara ini ke tingkat pusat apabila pemerintah kabupaten Bogor tidak dapat menyelesaikannya.

Aksi teatrikal di depan kantor PDAM Kabupaten Bogor. Foto: Fajar Nugroho
Lihat juga...