Way Ujau Wisata Tirta Alternatif yang Murah Meriah di Lamsel

LAMPUNG — Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, wilayah yang dikaruniai bentang alam menarik dengan Gunung Rajabasa sekaligus pesisir pantai Selat Sunda yang membentang dari ujung Timur hingga ujung Barat membuat daerah tersebut kaya akan destinasi wisata bahari dan tirta. Salah satu destinasi wisata tirta yang menghadirkan kesejukan udara pegunungan, kejernihan dan kesegaran mata air di daerah tersebut yakni Way Ujau.

Ahmad, salah satu warga Dusun Ujau menyebutkan Way Ujau awalnya merupakan lokasi beberapa mata air yang menjadi bahan baku air bersih PDAM.

“Way Ujau sudah ada sejak ratusan tahun silam. Kejernihan air dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari hari dan sebagai destinasi wisata terutama pada hari libur sekolah, jelang bulan puasa sekaligus tempat bersantai di akhir pekan,” terang Ahmad warga setempat yang mendampingi kedua anaknya mengunjungi Way Ujau, Minggu (17/12/2017).

Way Ujau bahkan menurut Ahmad menjadi salah satu lokasi favorit bagi warga melakukan tradisi belangiran, padusan atau punggahan jelang bulan suci Ramadhan. Lokasi yang mudah dicapai dengan kendaraan roda dua, roda empat bahkan berjalan kaki dan cukup dekat dengan jalan lingkar pesisir (coastal road) Kecamatan Rajabasa. Butuh waktu tak kurang dari 45 menit mencapai lokasi dari arah kota Kalianda dan sekitar 30 menit dari arah Bakauheni.

Andi (11) siswa kelas VI SD yang datang bersama empat rekan sebayanya dengan bersepeda menyebutkan, saat akhir pekan Way Ujau selalu ramai dikunjungi, terutama saat musim kemarau. Lokasi yang dekat dengan perkampungan membuat pengunjung bisa nyaman berada di lokasi tersebut. Selain itu objek juga didukung dengan adanya warung makanan dan minuman ringan.

Andi dan Nanang beberapa anak yang memanfaatkan liburan dengan mengunjungi sumber mata air Way Ujau Desa Rajabasa Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Andi menyebut untuk menuju lokasi dua pintu masuk dihubungkan dengan jembatan berukuran satu meter melintasi cabang sungai kecil Way Ujau sehingga pengguna kendaraan harus memarkirkan kendaraan beberapa meter dari lokasi.

Way Ujau yang dikenal sebagai sumber mata air, pemandian tersebut memiliki beberapa titik favorit untuk melakukan aktivitas mandi.

“Di bagian atas mata air dibuat menjadi bendungan anak anak yang sudah bisa berenang. Ada juga yang kerap mandi dan berenang di bagian bendungan, tapi kami mandi di bagian kolam yang lebih kecil,” ungkap Andi.

Andi bahkan menyebut bersama teman sebaya bernama Nanang (10) menyebutkan, lokasi tersebut pernah lokasi pengambilan gambar acara anak anak di salah satu stasiun televisi swasta. Selain itu berwisata di objek way Ujau tanpa harus membayar tiket masuk.

Selain lokasi untuk pemandian, di beberapa titik di dekat bendungan Way Ujau juga sangat nyaman dengan adanya pepohonan besar sekaligus tempat duduk alami dari batu batu alam kaki Gunung Rajabasa. Bagi beberapa masyarakat yang memilih waktu bersantai di area pemandian Way Ujau, tradisi bebancakan atau makan bersama dengan bakar ikan kerap dilakukan di lokasi tersebut untuk kebersamaan.

Beberapa pedagang makanan dan minuman tradisional berupa bakso, empek empek serta penjual kelapa muda juga berjejer di lokasi pemandian Way Ujau di hari libur dengan kunjungan wisatawan lebih banyak dari hari biasa.

Lihat juga...