Yaisha Putri Atlet Squash Kaltim Peraih Perunggu SEA Games 2017

Editor: Irvan Syafari

51
Yaisha Putri Yasandi Atlet Squash berprestasi asal Balikpapan,/Foto; Ferry Cahyanti.

BALIKPAPAN — Ingin menjadi Atlet berprestasi dalam Cabang Olahraga Squash merupakan cita-cita Yaisha Putri Yasandi. Sejak terjun menjadi atlet Squash pada usia 9 tahun pada 2007, ia ingin menjadi atlet yang berprestasi untuk kota Balikpapan dan mewakili Indonesia dalam ajang olahraga Squash.

Cita-citanya menjadi atlet berprestasipun berbuah manis, kini perempuan akrab disapa Yaisha ini memperoleh medali perunggu squash beregu putri pada SEA Games 2017, dan sempat meraih perunggu PON 2016 di Jawa barat. Tidak sampai disitu Yaisha juga baru berhasil mendapatkan medali emas perorangan pada Pra Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur tahun 2017.

“Tujuan olahraga memang mencari prestasi, dan mengapa tidak mencoba Cabor Squash. Olahraganya unik dulunya banyak orang tidak tahu, dan ini menjadi daya tarik tersendiri untuknya untuk menekuni Squash,” katanya saat ditemui saat Latihan Jumat, (8/12/2017).

Setelah ikut berbagai ajang pertandingan olahraga squash baik tingkat daerah dan nasional, Yaisha berharap dapat menjadi bagian dari  tim squash mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi Asean Games yang diselenggarakan pada 2018 nanti.

“Harapannya masuk menjadi anggota tim yang ikut mewakili Asean Games. Sekarang sudah masuk tim inti, hanya sajakan setiap bulan ada degradasi juga makanya berharap tetap masuk tim. Yang pasti penampilan harus yang baik, ketika pas main berikan hasil yang terbaik. Dan kalau bisa pada 2024 juga ikut Olympiade,” gebu perempuan yang kini mengenyam pendidikan di Universitas Balikpapan, Fakultas Hukum Semester 1.

Untuk meraih itu, Yaisha mengatakan akan lebih giat latihan dan menjaga stamina. “Segi mental lebih dijaga, karena mood kadang enak atau nggak. Teknik suka sharing bersama teman dan tim termasuk pelatihnya,” ucapnya.

Sementara orang tua Yaisha Putri juga sangat mendukungnya dalam menekuni olahraga tersebut. “Kami sangat mendukung dan mendorongnya. Target saya dia harus berprestasi dan majukan cabor Squash di Balikpapan,” ungkap Yasmiaty, Ibu Yaisha Putri.

Ia mengaku bakat anaknya untuk terjun ke squash terlihat sejak kecil sehingga saat dirumah sering melakukan latihan dengan alat raketnya. Akhirnya melihat bakat itu terus dilatih dan latihan fisiknya untuk bisa menjaga stamina dalam olahraga squash.

“Pada kejurprov 2018 nanti targetnya emas under 19. Tentunya latihan yang rutin dan jaga stamina harus selalu dipantau akan menjadi kuncinya. Pada pra porprov juga menjadi salah satu ajang mengukur kemajuan anak-anak untuk kejuaraan selanjutnya,” tukasnya.

Yasmiaty berharap anaknya menjadi atlet berprestasi dan memajukan cabor squash di Balikpapan dengan prestasi yang diperoleh.

“Menjadikan anak atlet berprestasi adalah cita-cita, dan majukan squash di kota,” tutupnya.

Suasana pertandingan quash di Kaltim/Foto; Ferry Cahyanti.

Komentar