Yansen Mengaku tak Pernah Memukul Ketua PPS

MAUMERE – Warga Desa Gera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, Yansen Yoseph Bapa, mengaku tidak pernah memukul Ketua PPS Desa Gera, dan tidak pernah menyerahkan bukti dukungan berupa fotokopi KTP elektronik dan menanda tangani surat pernyataan dukungan kepada calon perseorangan.

“Saya kemarin sore, Rabu (14/12/2017) didatangi Ketua PPS Gera dan dua anggota PPS. Mereka menunjukkan fotokopi KTP saya dan surat pernyataan yang ada tanda tangan saya. Saya selama ini merasa tidak menyerahkan fotokopi KTP saya dan menanda tangani surat pernyataan dukungan kepada paket dari jalur perseorangan,” ujar Yansen Yoseph Bapa, Kamis (14/12/2017) sore.

Bakal calon Bupati Sikka dari jalur perseorangan Robertus Diogo Idong. -Foto: Ebed de Rosary

Setelah disampaikan Ketua PPS, kata Yansen, dirinya meminta melihat dokumen tersebut dan menahannya sambil mengatakan ini akan dijadikan barang bukti. Dengan adanya dokumen tersebut, dirinya katakan akan konsultasi dahulu dengan Panwas Kecamatan Mego, baru setelah itu dokumen negara tersebut kembalikan.

“Saya tidak pernah memukul Ketua PPS Gera dan saya cuma larang jangan foto saya saja. Saya tidak terima, karena saya tidak pernah menyerahkan KTP dan tanda tangan surat pernyataan dukungan kepada paket perseorangan,” tegasnya.

Menurut Yansen, dirinya tidak pernah tahu dan baru saat disampaikan mendukung paket perseorangan dirinya kaget dan merasa terpukul. Dia heran, kenapa fotokopi KTP miliknya dan ada yang memalsukan tanda tangannya dalam surat dukungan tersebut.

Baca: Jadi Korban Pemukulan, Ketua PPS Gera Lapor ke Panwas

“Saya akan melaporkan pemalsuan tanda tangan saya dan penyerahan KTP saya. Ini kalau terjadi tahun 1965, maka sama saja saya bisa dituduh mendukung PKI, padahal saya tidak menyerahkan KTP saya,” tuturnya.

Yansen menegaskan akan menuntut orang yang memalsukan tanda tangan dan memberikan KTP-nya kepada pasangan dari jalur perseorangan.

Selama ini, tidak ada salah satu tim bakal calon bupati Sikka yang datang menemui dirinya meminta KTP atau meminta dukungan.

Robertus Diogo Idong, calon bupati Sikka dari paket perseorangan yang mendaftar dari jalur perseorangan menegaskan, dirinya sangat mengenal baik Yansen, warga desa Gera tersebut. Dalam verifikasi factual, bila ditemukan ada warga masyarakat yang menarik dukungan itu biasa terjadi.

Roby, sapaannya, berharap agar masalah ini lebih baik menempuh jalan damai tidak usah dilanjutkan ke proses hukum. Mengenai dukungan yang diberikan, pihaknya sudah melakukan konfirmasi dengan tim pengumpul KTP di Gera bernama Gabi dan dikatakan, bahwa di Desa Gera ada 9 orang yang menyerahkan dukungan dan dalam verifikasi faktual, Yansen saja yang menarik dukungan.

“Bapak Yansen mendanda tangani surat dukungan dan mengumpulkan fotokopi KTP seperti pengakuan tim pengumpul kami. Nanti dicek saja apa benar dia menanda tangani surat dukungan tersebut,” sebutnya.

Roby berharap, timnya di lapangan bersabar dan memantau, tapi secara keseluruhan pihaknya yakin sudah bekerja dengan baik.

Memang, saat verifikasi factual, ada banyak kenyataan di lapangan ada yang menarik dukungan, meninggal, pergi  ke luar daerah, memancing serta ada yang gila dan stroke.

Sekertaris Satpol PP dan Pemadam Kebakaran kabupaten Sikka ini memprediksi jumlah  tersebut masih di bawah 5 persen dan hasil perhitungan timnya, jumlahnya masih di bawah 200 orang.

Ada 100 orang yang belum diverifikasi karena belum ditemukan, namun pihaknya masih mempunyai kesempatan menghadirkan mereka.

“Coba ditanya juga kepada KPU, bagaimana kalau awalnya warga tersebut mendukung paket perseorangan lalu saat verifikasi faktual menarik dukungan, namun setelah itu menyatakan mendukung lagi. Apakah tetap dianggap gugur ataukah sah dukungan yang diberikan tersebut?” pungkasnya.

Lihat juga...