banner lebaran

150 Ribu Barel, Pengapalan Perdana Minyak Mentah ke Kilang Balikpapan

112

BALIKPAPAN – Pascaalih kelola Wilayah Kerja (WK) Mahakam dari Total E&P Indonesie ke Pertamina Hulu Mahakam (PHM), pengapalan perdana minyak mentah sebanyak 150 ribu barel ke Kilang RU V Balikpapan dilakukan hari ini (12/1/2018) di tengah laut 11 kilometer dari SPS Senipah. Pengapalan perdana ini jadi even bersejarah setelah WK Mahakam dikelola oleh PHM.

Vice President Field Operations PHM, Anto Sunaryanto menjelaskan, pengapalan pertama minyak mentah ini sekitar 150 ribu barel disalurkan ke Kilang Balikpapan. Dalam setahun dilakukan 68 kali pengapalan dari terminal Senipah dan 9 kali pengapalan dari terminal Santan, Bontang.

“Pengapalan perdana yang dilakukan hari ini berjalan lancar. Kegiatan pengapalan merupakan bagian dari operasional sehari-hari. Setahun ada 68 kali pengapalan dari terminal Senipah,” paparnya di SPS Senipah, Provinsi Kalimantan Timur.

Untuk Wilayah kerja Mahakam target produksi 42 ribu barel minyak mentah dan kondensat per hari. “Kita ditargetkan untuk produksi minyak mentah sebesar 42 ribu barel dan kondensat per hari,” sebutnya, Jumat (12/1/2018).

Sebelum proses pengapalan dilakukan pengecekan dilakukan melalui control room pengukuran minyak mentah di tangki SPS yang memiliki kapasitas 500 ribu barel, sebanyak 5 tangki dan 1 tangki berkapasitas 100 ribu barel.

Selanjutnya, rombongan melakukan pembukaan katup di area SPS sebagai tanda pengapalan minyak mentah dimulai. Minyak dialirkan melalui Single Bouy Mooring (SBM) lalu ke tanker besar.

“Proses pengisian minyak ke dalam lambung tanker diperlukan waktu sekitar 6-7 jam. Per jam itu 18 ribu barel,” sambung Departemen Logistik Offshore Operasi PHM, Yusak Martin.

Sementara itu, Perwakilan SKK Migas, Kalsul Damar Setyawan menambahkan, pengapalan ini menjadi titik awal proses produksi sejak pengalihan WK berjalan.

“Harapannya, kegiatan operasional berjalan lancar dan produksi maupun lifting dapat dipertahankan,” tambahnya.

Kegiatan pengapalan perdana WK Mahakam di bawah PHM. Foto: Ferry Cahyanti
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.