banner lebaran

2018, DIY Akan Miliki 24 Desa Mandiri Benih

164

YOGYAKARTA — Sebanyak 5 desa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan kembali ditetapkan sebagai Desa Mandiri Benih pada 2018 ini. Penambahan 5 Desa Mandiri Benih ini diharapkan akan menambah jumlah desa di DIY yang mampu memenuhi kebutuhan benih bagi seluruh petani di wilayahnya secara mandiri.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Produksi Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian DIY, Djarot Margiantoro, menyebut tak seperti tahun sebelumnya, penetapan Desa Mandiri Benih pada 2018 ini difokuskan pada jenis tanaman kedelai. Sehingga ke 5 Desa Mandiri Benih yang nantinya akan ditetapkan juga akan fokus pada pembenihan kedelai.

“Tahun 2018 ini, DIY mendapatkan jatah 5 desa untuk program Desa Mandiri Benih. Meski belum ditentukan desa mana saja, namun rencananya 5 desa ini akan disebar di 4 wilayah Kabupaten, yakni 2 desa di Gunungkidul, dan masing-masing 1 desa di Bantul, Kulonprogo, dan Sleman,” katanya Senin (29/01/2018).

Lewat program Desa Mandiri Benih ini setiap desa yang ditunjuk nantinya akan mendapatkan sejumlah bantuan pengembangan. Mulai dari penyediaan gudang benih dan lantai jemur, sarana produksi benih, alat prosesing hingga sertifikasi.

Sejak dicanangkan oleh Presiden RI pada tahun 2015, di DIY sendiri sudah terdapat sebanyak 19 Desa Mandiri Benih. Yakni melalui dua tahap pencanahan, pertama sebanyak 15 Desa Mandiri Benih pada 2015 dan 4 Desa Mandiri Benih pada 2017. Ke-19 Desa Mandiri Benih tersebut seluruhnya fokus pada jenis tanaman padi.

“Saat ini program Desa Mandiri Benih di DIY sudah berjalan bagus. Seluruh desa sudah mampu mandiri memenuhi kebutuhan benih. Minimal mereka memiliki 10 hektare lahan untuk pembenihan. Yakni dengan produksi benih padi sebanyak 4 ton per hektare,” katanya.

Selain mampu menyediakan kebutuhan benih untuk desa masing-masing, setiap desa penerima program Desa Mandiri Benih ini diharapkan juga mampu memenuhi kebutuhan benih di wilayah sekitar. Dengan begitu akan semakin banyak petani yang tidak tergantung dengan ketersediaan benih dari pabrik atau korporasi.

“Kita juga berharap benih yang diproduksi itu bisa dijual ke luar desa. Yaitu bekerjasama dengan para produsen benih,” katanya.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Produksi Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian DIY, Djarot Margiantoro-Foto: Jatmika H Kusmargana.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.