Air Terjun Way Tayas Rajabasa yang Menyejukkan

875

LAMPUNG — Akhir pekan menjadi waktu yang tepat untuk merelaksasi pikiran dan menikmati udara segar. Salah satu lokasi yang cocok untuk dijadikan tujuan di Lampung Selatan yakni air terjun Way Tayas atau air terjun Pangkul di Desa Pangkul Kecamatan Rajabasa.

Menuju lokasi air terjun memakan waktu tempuh dari Pelabuhan Bakauheni sekitar dua jam dan dari Kalianda satu jam dengan jarak masing masing sekira 25 kilometer.

“Paling cocok untuk menuju ke air terjun way tayas mempergunakan kendaraan jenis trail karena kondisi jalan aspal yang sebagian mengelupas dan akses selanjutnya harus ditempuh dengan jalan kaki,” terang Sumianto salah satu pengunjung asal Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan kepada Cendana News saat mengunjungi objek wisata air terjun Way Tayas baru baru ini.

Rute perjalanan dengan suasana kiri kanan jalan berupa area perbukitan kaki Gunung Rajabasa, sawah dan sungai kecil menjadi pemandangan menghibur. Selepas terguncang guncang di atas kendaraan roda dua, pengunjung bisa menitipkan kendaraan di lokasi parkir yang sudah disediakan dan dikelola oleh warga. Cukup membaya Rp10.000 untuk menitipkan kendaraan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki.

Sumianto (kanan) menikmati kesejukan alam Gunung Rajabasa di lokasi objek wisata air terjun Way Tayas [Foto: Henk Widi]
Disebutkan, waktu paling tepat berkunjung ke objek wisata air terjun adalah saat musim kemarau. Krena rute yang melewati perkebunan kopi, pisang, kelapa dan kakao sangat licin saat musim hujan.

“Saya anjurkan memang saat musim hujan jangan mendatangi air terjun karena resikonya tentu berbahaya meski ingin menikmati keindahan. Faktor keselamatan tetap harus diutamakan,” beber Sumianto yang kerap menjadi pemandu wisata.

Penyebutan Way Tayas yang bisa diartikan sesuai dengan bahasa Lampung bermakna air jernih diakui Sumianto cukup tepat sekaligus menjadi tujuan para pengunjung yang ingin menikmati kesejukan air terjun tersebut. Setelah menyusuri jalan berbatu di sungai dan melewati batang batang kayu melintang menyerupai jembatan setelah berjarak sekitar dua puluh meter dari air terjun rintik rintik air terbawa angin bahkan sudah cukup membasahi tubuh.

“Selain para wisatawan yang datang objek wisata air terjun way tayas kerap dipakai untuk tujuan kegiatan hiking Pramuka,” tambahnya.

Rasa lelah setelah perjuangan perjalanan dari lokasi parkir dengan berjalan kaki akan terbayar dengan kesejukan air terjun Way Tayas dengan ketinggian lebih dari 10 meter tersebut dan menyerupai kapas yang melayang yang terbentang dari tebing batu Gunung Rajabasa. Dalam kondisi debit air yang besar pengunjung sebaiknya membawa mantel atau jas hujan dan jika berniat mandi sebaiknya membawa baju ganti.

“Selain mantel sebaiknya plastik pelindung barang elektronik berupa telepon seluler serta kamera harus dibawa agar tidak basah,” terang Sumianto.

Selain bisa melakukan aktifitas mandi di bawah aliran air terjun Way Tayas kegiatan yang bisa dilakukan di objek wisata tersebut salah satunya adalah mengabadikan air terjun dengan kamera terutama bagi penghobi fotografi untuk menjajal tekhnik ‘long exposure’ dengan hasil khas air terjun menyerupai kapas.

Mengunjungi objek wisata air terjun Way Tayas di Pangkul Kecamatan Rajabasa diakui Sumianto sebaiknya membawa bekal makanan dari rumah karena diakuinya dengan lokasi yang jauh dari perkampungan warga membuat kebutuhan akan makanan dan minuman susah diperoleh. Meski demikian ia menyebut pengunjung wajib menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah plastik sembarangan.

Air terjun dengan air yang mengalir sepanjang waktu menjadi sumber air untuk minum dan pengairan lahan pertanian menjadi alasan pengunjung tidak mengotori aliran air dengan sampah sampah plastik yang dibuang sembarangan di aliran sungai Way Tayas tersebut. Beberapa papan imbauan untuk menjaga kebersihan disebutnya terkadang kerap tak diindahkan dengan masih adanya pengunjung membuang sampah sembarangan.

Baca Juga
Lihat juga...