Angin Kencang Terjang Dua Rumah Warga di Banjarbaru

BANJARBARU – Dua rumah di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengalami kerusakan cukup parah setelah diterjang angin puting beliung.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, Johar Arifin, (31/1/2018) mengatakan, pihaknya sudah mendata dan memberikan bantuan kepada pemilik rumah yang terkena musibah itu.

“Ada dua rumah yang rusak cukup parah, karena atap rumahnya terlepas ditiup angin kencang, yakni rumah milik Ardiansyah di kawasan Pengayuan Kecamatan Liang Anggang dan rumah yang dihuni Toni di Kelurahan Cempaka,” ujarnya, Rabu (31/1/2018).

Ia mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan bantuan kepada pemilik rumah yang terkena musibah akibat fenomena alam yang terjadi pada Selasa (30/1/2018) sekitar pukul 20.00 WITA, itu berupa paket makanan dan minuman termasuk terpal yang bisa digunakan untuk menutup atap rumah yang rusak.

Disebutkan, kejadian yang berlangsung singkat pada dua tempat terpisah cukup jauh itu tidak menimbulkan korban jiwa karena seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri saat peristiwa pada malam hari itu.

“Penghuni rumah menyelamatkan diri saat kejadian sehingga tidak ada yang terluka. Mereka mengamankan diri saat tiupan angin kencang melanda rumahnya hingga merusak bagian atap bangunan,” ungkapnya.

Menurutnya, tiupan angin kencang yang menyertai hujan deras diperkirakan masih berlangsung beberapa waktu kedepan sehingga seluruh masyarakat diimbau waspada jika kawasan tempat tinggalnya dilanda angin kencang.

“Kami mengimbau masyarakat waspada jika sekitar tempat tinggalnya dilanda angin kencang dan jika bangunan goyang atau rusak maka segera keluar rumah, jangan bertahan didalam rumah karena justru berbahaya,” pesannya.

Sementara itu, tiupan angin kencang juga melanda wilayah Banjarbaru lainnya termasuk kawasan Bandara Syamsudin Noor di Kelurahan Syamsudin Noor hingga menyebabkan empat pesawat batal mendarat di landasan pacu setempat.

“Kawasan bandara dilanda hujan lebat disertai badai sehingga pilot pesawat mengalihkan pendaratan ke bandara Balikpapan dan Palangkaraya,” ujar Communication dan Legal Section Head Syamsudin Noor Aditya Putra.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Bandara Syamsudin Noor Uli Mahanani mengatakan, curah hujan yang melanda seluruh wilayah di Kota Banjarbaru, Selasa malam memang sangat deras disertai tiupan angin kencang.

“Hujannya memang sangat deras disertai tiupan angin kencang dengan kecepatan angin mencapai 32 knot setara 50 kilometer per jam sehingga bisa merusak bangunan termasuk menghambat pendaratan pesawat,” katanya. (Ant)

Lihat juga...