Angin Kencang Tumbangkan Pohon, Jalinsum Kalianda, Macet

188

LAMPUNG — Angin kencang dan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai berdampak tumbangnya sejumlah pohon di wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Di Desa Klaten, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, sebuah pohon bayur berukuran besar tumbang di dekat rumah warga.

Sebuah pohon sengon tumbang bahkan juga terjadi di tepi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kota Kalianda, di dekat kantor PLN Kalianda akibat angin kencang, dan menimpa kabel lampu penerangan jalan umum. Beruntung, robohnya pohon sengon dengan ketinggian mencapai enam meter dan melintang di jalan raya tidak menimpa pengendara. Namun, kemacetan terjadi di jalan nasional tersebut.

Ryan Hermawan, Staf UPT LPJU Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Lampung Selatan. [Foto: Henk Widi]
Ryan Hermawan, Staf Unit Pelaksana Teknis Lampu Penenerangan Jalan Umum (UPT LPJU) Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Lampung Selatan, menyebut pohon yang sudah kering tersebut roboh akibat angin kencang. Beruntung, saat kejadian tidak ada kendaraan melintas dan warga segera melaporkan kejadian tersebut ke instansi terkait untuk dilakukan penanganan segera.

“Petugas langsung dikerahkan dengan mempergunakan gergaji mesin dan menyingkirkan batang dan ranting kayu, agar lalu lintas bisa lancar kembali,” terang Ryan Hermawan, saat ditemui Cendana News, Selasa (30/1/2018).

Guna menangani pohon tumbang itu, puluhan petugas satu unit kendaraan truk sebagai pengangkut material kayu yang sempat dikerahkan, dan sempat mengakibatkan kemacetan di Jalinsum. Akibat pohon tumbang tersebut lalu lintas dari arah Bakauheni ke Bandarlampung dan sebaliknya juga sempat macet hingga beberapa ratus meter, dan kembali normal setelah pohon melintang disingkirkan.

Setelah pembersihan material pohon roboh dan menghalangi jalan, petugas dari  Unit Pelaksana Teknis Lampu Penenerangan Jalan Umum Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Lampung Selatan segera melakukan perbaikan pada kabel yang putus. Beruntung juga pohon roboh tersebut tidak menimpa kabel jaringan utama milik PLN yang berada di dekat pohon tumbang tersebut.

Angin kencang juga membuat sejumlah kapal bagan apung milik nelayan di pesisir Kalianda Lampung Selatan terpaksa dipinggirkan ke tepi pantai, menghindari gelombang pasang.

Nelayan Kalianda, Udin, mengaku angin kencang dampak dari angin Barat membuat bagan apung sejumlah perahu yang disandarkan di tepi pantai rawan mengalami kerusakan. “Kerusakan terjadi akibat benturan dengan batu karang dan perahu lain, sehingga perahu harus dinaikkan ke daratan,” terang Udin.

Menurutnya, angin kencang telah menyebabkan kerusakan alat tangkap ikan berupa bagan, dan ia harus melakukan perbaikan pada beberapa bagian bagan, di antaranya kayu penopang dan blong pelampung. Selain menghindari kerusakan bagan dan terbawa arus ke lokasi yang jauh, pilihan meminggirkan bagan ke tepi pantai dan ditambatkan di dekat dermaga boom Kalianda.

Baca Juga
Lihat juga...