Areal Persawahan Jadi Kolam Pemancingan Dadakan Saat Musim Hujan

152

LOMBOK — Musim hujan seperti sekarang, aliran air sungai biasa menjadi besar, akibat air kiriman dari hulu, baik air pegunungan maupun air yang mengalir dari drainase dan sawah milik petani.

Limpahan air sungai besar yang mengalir dari berbagai arah biasanya membuat ikan – ikan yang terdapat di dalam sungai kerap keluar mengikuti maupun melawan arus melalui aliran air hujan yang ada, sebagian hinggap di areal persawahan, sebagian lain mengikuti aliran saluran drainase.

Ikan yang menghinggapi areal persawahan tergenang air inilah kemudian dimanfaatkan warga, khususnya masyarakat pedesaan, sebagai kolam pemancingan dadakan saat musim hujan seperti sekarang.

“Kalau musim hujan seperti sekarang, ikan – ikan di sungai banyak yang naik memasuki areal persawahan melalui aliran air yang ada, makanya banyak ikan dan asyik untuk mancing,” kata Abdul Khalik, Minggu (28/1/2018).

Abdul Khalik saat menunjukkan ikan nila hasil pancingan di areal persawahan miliknya/foto : Turmuzi

Menurutnya ikan naik memasuki areal persawahan warga saat musim hujan jenisnya beragam, mulai dari ikan nila, ikan tawes hingga ikan bebetok, termasuk ikan mentokok, ukuran kecil maupun besar.

Ikan paling banyak diburu warga untuk dipancing adalah ikan lele, mengingat paling mudah mengumpan dan banyak terdapat saat musim hujan, dengan air keruh paling disukai.

“Dibandingkan ikan lain, lele itu paling lezat, baik untuk dimasak maupun dibakar dan dibuatkan sambal limo,” ucap Khalik.

Berbeda dengan Azhar, pemuda Desa Banyu Urip mengaku aktivitas memancing dilakukan lebih dijadikan sebagai sekedar hobi dan kesenangan semata, karena ingin mendapatkan ikan.

Ia mengaku dirinya juga tidak terlalu suka makan ikan, tapi karena memang hobi memancing, jadi mau dapat atau tidak ikan dirinya tidak mau terlalu pusing, asal memancing.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.