ASaTI Diharapkan Bisa Merangkul Seniman Tari di Indonesia

154

JAKARTA – Keberadaan Asosiasi Seniman Tari Indonesia atau ASaTI bisa merangkul para pelaku seni tari di Indonesia. Keberadaannya menjadi secercah harapan bagi dunia tari di Indonesia.

Keberadaannya diharapkan bisa mempercepat pemetaan tari di Indonesia yang tidak kunjung selesai sampai hari ini karena memang tidak pernah tercatat dengan baik. “Saya sangat mengapresiasi ASaTI dan memang secara pribadi saya sangat merindukan bagaimana komunitas tari bisa kuat, “ ucap Komite Tari, Dewan Kesenian Jakarta Hartati dalam acara perkenalan ASaTI dan diskusi Tari Indonesia Menyongsong Dunia di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/1/2018) petang.

Lebih lanjut, Hartati menyebut, oembentukan AsaTi menjadi langkah awal. “Dan mudah-mudahan bisa merangkul semua seniman tari di seluruh Indonesia, dan memang harus cepat disosialisasikan,” tambahnya.

ASaTI diharapkan juga memperjuangkan pemikiran bahwa penciptaan tari baru di daerah sebagai bagian dari upaya untuk berkarya. Pembuatan tari baru bukan semata-mata bagian dari proyek promosi pariwisata di daerah.

“Sampai hari ini kesan itu masih ada (Penciptaan tari untuk promosi pariwisata). Bagaimana kita membantu teman-teman daerah mengubah pola pikir mereka berkarya untuk keinginan dan imajinasi yang berjalan, tidak hanya proyek pemerintah,” tambah Hartati.

Hartati menyebut, bahwa DNA Indonesia itu adalah seni budaya Indonesia, namun anehnya, tidak ada sama sekali pos anggaran di APBN mengenai seni budaya. “Kita harus menghargai penari Indonesia. Dulu mereka bangga kalau karyanya ditarikan. Tapi kalau sekarang sudah beda seiring arus globalisasi dan mencuatnya HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) kalau karyanya ditarikan mereka kini mulai mempertanyakan namanya tidak disebut,” tegasnya.

Bagi Hartati, hak Cipta sangat baik sebagai bagian dari upaya menghargai karya cipta. “Kita memang butuh itu, apakah sampai mendetail dari segi karya? Apakah karya gerak tarinya orisinil atau tidak? Hal ini masih kabur dalam dunia tari. Beda dengan kesenian lainnya. Saya berharap ASaTI bijak dan pandai merangkul seniman tari di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga
Lihat juga...