Bali Barong Festival Ajang Pelestarian Budaya Dengan Lomba

379

DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar, Bali, berkomitmen terus melestarikan seni dan budaya Bali. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan dengan mendukung agenda Bali Barong Festival 2018 yang diselenggarakan oleh Komunitas Kubu Barong dan Pregina Art.

Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra di Sanur, Bali, Minggu (28/1/2018) mengatakan, pihaknya selalu mendukung kegiatan pelestarian kesenian dan budaya Bali seperti pagelaran “Bali Barong Festival” yang digelar di Sanur.

“Kebudayaan dan seni di Bali memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan kebudayaan lain. Ciri khas inilah yang disebut dengan taksu atau kharisma yang nantinya mampu memberikan kesan tersendiri bagi sebuah kesenian di Pulau Dewata,” tuturnya.

Diharapkannya, seluruh masyarakat Bali termasuk generasi muda harus tetap melestarikan seni dan kebudayaan Bali. Budaya warisan leluhur tersebut harus dipertahankan dalam upaya juga menunjang sektor pariwisata.

Menurut Wali Kota Rai Mantra, kesenian Tari Barong merupakan salah satu kesenian yang identik dengan kebudayaan Bali. Bahkan saat ini telah masuk dalam warisan budaya dunia tak benda oleh badan PBB bidang kebudayaan (UNESCO).

Hampir semua desa adat di Bali memiliki pelawatan atau perwujudan Barong. Sehingga diperlukan seniman Tari Barong untuk tetap menjaga eksistensi seni Tari Barong itu sendiri. “Hampir semua desa memiliki pelawatan Barong, tentu sudah menjadi kewajiban kita sebagai warga masyarakat untuk tetap melestarikan,” ujarnya.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan seniman di Bali merupakan ujung tombak pengenalan Pulau Dewata di kancah dunia. Bahkan, majunya pariwisata tidak lepas dari adanya seni dan budaya tersebut.

Sementara kesenian tidak akan ada tanpa peran serta seniman sebagai pelaku seni. Oleh karenanya sudah seharusnya seniman mendapat penghargaan dan ruang tersendiri untuk berkreasi sehingga ekonomi kreatif dalam menunjang keberlanjutan pariwisata dapat terus bergulir.

Penasehat Komunitas Kubu Barong, Jro Mangku Alit Mariata bersama ketua panitia kegiatan Festival Barong  I Ketut “Batu” Suardana mengatakan, Bali Barong Festival 2018 merupakan salah satu bentuk kerja sama antara Komunitas Kubu Barong bersama Pemkot Denpasar dalam bidang peletarian budaya, khususnya seni tari Barong dan Kendang Tunggal.

“kegiatan perlombaan akan digelar selama tiga hari terdiri dari tiga kategori yakni lomba Barong Ket, Barong Buntut, dan lomba Mekendang Tunggal,” katanya.

Mangku Alit Mariata menjelaskan kategori tari Barong Buntut yang pesertanya dari siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) se-Bali. Tujuannya sebagai upaya untuk melahirkan bibit baru dalam dunia kesenian, khususnya penari Barong dan Kendang.

“Karena ini ajang regenerasi sehingga kami melaksanakan lomba Barong Buntut, sedangkan untuk kategori umum menggunakan jenis Barong Ket, dan untuk peserta SD dan SMP itu dibedakan, karena Bapang Barong dan Mekendang Tunggal merupakan kesenian yang memerlukan tenaga dan penjiwaan yang maksimal. Jadi kalau untuk siswa SD dan SMP jika di lihat dari tenaga pasti berbeda,” ucapnya.

Lomba ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari 10 pasang Mekendang Tunggal dan Bapang Barong Buntut tingkat SD, 15 pasang Mekendang Tunggal dan Bapang Barung Buntut SMP dan 25 pasang Mekendang Tunggal dan Bapang Barong Umum. Masing-masing kategori akan memperebutkan juara I, II, III dan harapan I, II, III. Yang nantinya berhak atas piala, piagam dan dana pembinaan kesenian. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.