Black Hawk Perkuat Pertahanan Perbatasan Yordania

158

ZARQA – Amerika Serikat (AS) mengirimkan kelompok terakhir helikopter Black Hawk untuk percepatan penyebaran pasukan Yordania dalam upaya memperkuat pertahanan perbatasan negaranya. Sarana tersebut juga dimanfaatkan untuk melakukan gerakan lintas perbatasan melawan gerilyawan.

Pejabat Amerika Serikat mengatakan, bantuan militer kepada Yordania merupakan salah satu bantuan terbesar dari sisi pembiayaan militer asing Washington. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu membangun kemampuan militer kerajaan itu sebagai bagian dari strategi kawasan yang lebih luas.

Washington mengumumkan rencana menetap di Suriah lama setelah IS dikalahkan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari keinginan memiliki pangkalan militer di bagian timur laut negara yang sedang dilanda perang tersebut.

Dalam upacara serah terima, yang dihadiri Kepala Pusat Komando Amerika Serikat Jenderal Joseph Votel dan Kepala Staf Tentara Yordania, helikopter tersebut mendarat dalam rekaan penyergapan penyandera oleh pasukan khusus.

“Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk mendukung usaha angkatan udara Yordania melindungi perbatasan Yordania. Dan menghalangi tindakan teror serta berkontribusi untuk mengalahkan operasi koalisi IS,” kata Kuasa Usaha Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yordania Henry Wooster saat upacara di Pangkalan udara Raja Abdullah yang berada di 35 km timur laut ibu kota Yordania.

Helikopter Black Hawk adalah komponen utama dalam pasukan reaksi cepat yang didanai Amerika Serikat dan dibentuk oleh Yordania untuk melawan kelompok IS. Kelompok tersebut tetap merupakan ancaman meski telah diusir dari wilayah yang luas di Irak dan Suriah.

“Pasukan tersebut mampu memindahkan pasukan dan pasokan ke Jordania dan dalam waktu singkat untuk memperkuat keamanan perbatasan dan mengatasi kemungkinan serangan,” tambah Wooster.

Rudal Patriot Amerika Serikat ditempatkan di kerajaan itu dan tentara Amerika Serikat memiliki ratusan pelatih di negara ini. Lokasi Yordania menjadikannya ideal bagi pusat logistik dan pasokan untuk Amerika Serikat, termasuk garnisun Tank-nya di gurun Suriah bagian tenggara.

“Kerja sama militer Yordania dan Amerika Serikat sangat kuat dan merupakan komponen kunci dalam upaya bersama kita untuk mengalahkan Daesh,” kata Brigadir Jenderal Jaber al-Abbadi, komandan angkatan udara Yordania.

Sejak dimulainya konflik Suriah di tahun 2011, Washington telah menghabiskan jutaan dolar untuk membantu Amman membentuk sebuah sistem pemantauan yang rumit yang dikenal sebagai Program Keamanan Perbatasan untuk menghentikan infiltrasi oleh militan dari Suriah dan Irak.

Sementara itu, kurang dari seribu anggota IS masih berada di Irak dan Suriah. Irak dan Suriah telah mengumumkan kemenangan atas IS dalam beberapa pekan terakhir. Hal tersebut setelah setahun tentara kedua negara dibantu berbagai sekutu asing dan pasukan militer daerah mengusir para petempur IS, yang pernah membuat kekhalifahan yang mereka proklamasikan sendiri. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...