BMI Bekasi Laporkan Pelaku Ujaran Kebencian

Ilustrasi - Dokumentasi CDN

BEKASI – Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat melaporkan Ahmad Shobirin (AS) ke Polres Metro Bekasi terkait ujaran kebencian yang dilakukan melalui akun sosial media, Sabtu (13/1/2018). Laporan diterima dengan resgister LP/024/013-SPKT/I/2018/Restro Bekasi.

“Ini langsung ditindaklanjuti oleh kepolisian yang tertulis pada Nomor : LP/024/013-SPKT/I/2018/Restro Bekasi,” kata Ketua BMI Kabupaten Bekasi, Anwar di Polres Metro Bekasi, Sabtu (13/1/2018).

Menurut Anwar ada dua pernyataan yang masuk dalam laporan ujaran kebencian tersebut. Yang pertama pelaku mengatakan Cuma orang Islam yang bego yang masih bertahan di PDI-Perjuangan. Ujaran kedua yang dilaporkan adalah Siapapun Calonnya yang penting bukan dari Banteng gila dan Partai Islam lainnya’.

Hal tersebit secara langsung tertulis di akun sosial media pelaku. Dan postingan tersebut diunggah pada Sabtu (13/1/2018) sekira pukul 11.15 WIB. Status tersebut dinilai BMI dapat mengundang polemik berujung sara dan bisa merugikan PDI-Perjuangan. Padahal pada 2018, Indonesia memasuki tahun politik.

Dimana dengan adanya ujaran kebencian yang secara tidak langsung terlontar oleh pelaku dapat mengurangi elektabilitas kepartaian pada kancah pemilihan gubernur, walikota, dan legislatif maupun presiden.

Ia menambahkan dalam hal ini pelaku berhasil terlacak dengan adanya laporan dari kader. Dan ternyata pelaku seorang pedagang distributor gas yang bertempat tinggal di Kecamatan Tambun Selatan. Dari laporan kader tersebut kemudian melakukan pelaporan agar pelaku daoat ditindaklanjuti dan mendapat hukuman yang setimpal.

Sementara itu, Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Rizal Marito mengatakan dalam kasus ujaran kebencian yang dilakukan oleh AS saat ini sedang dilakukan pemeriksaan. Dan dalam pemeriksaan tersebut, sebelumnya pelaku diamankan oleh Ketua DPC PDI-Perjuangan, Suleman agar terhindar dari pemukulan   kader partai.

Kemudian pelaku dibawa ke Polres Metro Bekasi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun dalam upaya ini polisi masih mendengarkan penjelasan dari pelaku terhadap tindakannya. (Ant)

Komentar