BMKG: Waspada Peningkatan Curah Hujan dan Gelombang Pasang Air Laut

184

JAKARTA —Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menganalisa bahwa potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam jangka waktu satu minggu ke depan atau 29 Januari hingga 3 Februari 2017 diperkirakan masih dapat terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

Kepala Pusat BMKG, Prof. Dr. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D. mengatakan potensi hujan tersebut terjadi akibat pergerakan massa udara dingin yang terjadi di daratan Asia.

“Pergerakan massa udara dingin tersebut masih cukup aktif jika ditinjau berdasarkan indeks udara dingin (cold surge), sehingga menyebabkan terbentuknya beberapa wilayah pertemuan angin yang memicu pertumbuhan awan disertai hujan menjadi signifikan” jelas Dwikorita saat jumpa pers di Kantor BMKG Jakarta, Senin (29/1/2018).

Sementara itu BMKG juga merilis beberapa wilayah yang berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat dalam satu minggu (29 Januari hingga 3 Februari 2017). Daerah yang potensi hujan lebat, antara lain Aceh, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan Papua Barat dan Papua.

Menurut BMKG telah terjadi peningkatan kecepatan angin hingga lebih lebih dari 20 knot yang berpotensi meningkatkan ketinggian gelombang laut di beberapa wilayah.

Di antaranya tinggi gelombang mencapai 4.0 hingga 6.0 meter (Very Rough Sea) berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara (NTT), perairan selatan Pulau Sumba, Pulau Sawu, Pulau Rote, Laut Timor hingga Laut Arafuru.

Sementara itu berdasarkan laporan BMKG gelombang dengan ketinggian 2.5 meter hingga 4.0 meter (rough sea) berpeluang terjadi di perairan Emggano, perairan Barat Lampung, Selat Sunda, perairan selatan Jawa, perairan Kepulauan Sermata Leti hinga kepulauan Babar Tanimbar.

Terkait adanya fenomena Gerhana Bulan Total “Super Blue Blood Moon” yang akan terjadi pada tanggal 31 Januari 2018, BMKG juga menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai tinggi gelombang pasang air laut maksimum.

Pasang maksimum dapat mencapai 100 hingga 140 sentimeter, sedangkan sedangkan gelombang surut minimum air laut kurang dari 100 hingga 110 sentimeter.

Berdasarkan laporan BMKG, wilayah yang berpotensi merasakan gelombang pasang maupun surut dapat terjadi di sepanjang pesisir Sumatera Utara, pesisir barat Sumatera Barat, pesisir selatan Lampung, pesisir utara Jawa Tengah, pesisir utara Jawa Timur dan pesisir Kalimantan Barat.

“BMKG menghimbau agar masyarakat mewaspadai potensi terjadinya genangan air, banjir, longsor, kilat atau petir, pohon tumbang, potensi peningkatan tinggi gelombang air laut seperti rob, sebaiknya menunda dulu kegiatan menangkap ikan dengan secara tradisional jika sedang terjadi gelombang tinggi,” pungkas Dwikorita.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.