YOGYAKARTA – Desa Balong, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, memiliki potensi pertanian yang luar biasa, khususnya dalam menghasilkan padi beras merah varietas lokal ‘Segreng’. 

Meskipun merupakan lahan kering dan minim air, namun daerah ini mampu menghasilkan padi dengan provitas yang tinggi. Di Dusun Widoro, Desa Balong, dari lahan tanam seluas 25 hektare mampu menghasilkan padi varietas Segreng dengan provitas rata-rata mencapai 8,96 ton per hektare gabah kering panen (GKP).

Sementara di Dusun Ngrombo I, Desa Balong, lahan seluas 5 hektare mampu menghasilkan padi dengan provitas rata-rata 4,54 ton per hektare GKP.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan DIY, Joko Pramono, selaku pihak pendamping, mengaku akan terus mendukung pengembangan padi varietas lokal yang memiliki spesifikasi dan nilai jual tinggi seperti beras merah ‘Segreng’.

“Potensi yang sudah dicapai ini sudah  bagus. Tapi, sebenarnya masih bisa ditingkatkan. Dan, itu menjadi tanggung jawab kami untuk terus mendampingi dan menerapkan inovasi teknologi yang kita kuasai pada petani,” katanya, saat acara panen raya sekaligus monitoring bersama jajaran terkait, di desa setempat, Kamis (4/1/2018).

Menurutnya, BPTP DIY sebenarnya memiliki stok varietas padi unggul lokal yang dapat diintroduksikan guna mendongkrak produktivitas padi yang dihasilkan petani. Yakni varietas Inpari 19 dan inpari 24 yang dikenal tahan kering dan memiliki tingkat produksi tinggi.

“Varietas ini juga sudah pernah kita terapkan di Dusun Wareng, Gunungkidul, dan berhasil. Mampu meningkatkan hasil panen dari hanya 1 kali menjadi 2 kali panen dalam setahun, dengan penerapan manajemen waktu,” katanya.

Untuk itu, BPTP DIY akan terus berupa mendampingi para petani di Dusun Balong maupun desa lain, agar mampu menghasilkan panenan padi hingga dua kali dalam setahun, melalui sistem pendampingan secara berjejaring.

“Pendampingan yang kita lakukan menyeluruh. Caranya dengan membuat lahan percontohan melalui denfam yang bisa direplikasi di semua tempat. Jadi, kita berikan ilmu inovasi teknologi ke denfam dan penyuluh. Nanti penyuluh sebarkan ke tempat lain,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi, mengatakan, upaya yang telah dilakukan para petani di Desa Balong dalam menghasilkan padi varietas lokal segreng di lahan kering harus diapresiasi.

Ia menilai, Desa Balong memiliki potensi pertanian luar biasa sehingga harus didukung dalam upaya meningkatan produksi. “Petani merupakan garda terdepan. Harus selalu kita dukung dan kita apresiasi. Karena mereka memberikan dampak yang konkret. Potensinya luar biasa, hanya perlu kita support soal manajemen waktu maupun teknik pertaniannya, dengan penerapan teknologi yang lebih maju dan canggih,” katanya.

Selain dihadiri Wakil Bupati Gunungkidul dan Kepala BPTP Balitbangtan Yogyakarta,  acara panen raya juga turut dihadiri sejumlah pejabat terkait seperti Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Balai Karantina DIY, Dandim 0730 Gunungkidul dan Koramil 09 Rongkop Girisubo, Polsek Girisubo, Perangkat Desa setempat dan para mantri tani dan PPL BPP maupun Gapoktan dan Petani.

Kepala BPTP DIY, Joko Prtamono, memberi sambutan dalam acara panen raya beras merah di Desa Balong, Girisubo, Gunungkidul, Yogyakarta, Kamis (4/1/2018). -Foto: Dok: BPTP DIY/ Jatmika H Kusmargana

Komentar