Cakrajaya Maksimalkan Potensi Dusun dengan Pemberdayaan Keluarga

178

YOGYAKARTA — Terletak di lereng bukit perbatasan Kabupaten Bantul dan Gunungkidul, dusun Jolosutro, Srimulyo, Piyungan, Bantul merupakan desa yang cukup tersembunyi. Terbagi dalam enam wilayah RT, dusun ini memiliki 800-an penduduk dengan 260 kepala keluarga.

Sebagaimana dusun pada umumnya, mayoritas penduduk bekerja sebagai petani, petetnak, pedagang, tukang, maupun buruh. Meski berada di lokasi cukup terpencil, Jolosutro, memiliki beragam potensi, salah satunya seni budaya berupa kegiatan Kupatan Jolosutro, yang digelar setiap tahunnya.

Didirikan sejak tahun 2009 lalu melalui kegiatan KKN Tematik Posdaya Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Posdaya Cakrajaya menjadi tulang punggung berbagai kegiatan. Secara konsisten Posdaya Cakrajaya, yang mengambil nama tokoh sesepuh dusun, terus memberdayakan masyarakatnya hingga saat ini.

Sebagai posdaya berbasis masjid, Cakrajaya memusatkan seluruh kegiatan di masjid kebanggaan warga setempat yakni masjid Sunan Geseng. Di bidang keagamaan, berbagai kegiatan digelar, mulai dari pengajian rutin mingguan dan lapanan, tadarus untuk bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak maupun remaja, hingga TPA untuk anak-anak maupun lansia.

Ketua Posdaya Cakrajaya,
Rodiyanti/Foto: Jatmika
H Kusmargana

Selain sejumlah kegiatan keagamaan, Posdaya Cakrajaya juga memiliki kelompok kegiatan seni budaya di antaranya, pasukan Bregodo Upacara Adat Kupatan Jolosutro, kelompok Sholawat Nabi dan Tari Saman Dzikir Maulud, kelompok Qasidah Cakra Nada, hingga kegiatan rutin upacara Kupatan Jolosutro setiap tahunnya.

Ketua Posdaya Cakrajaya, Rodiyanti menyebutkan, di bidang pendidikan, Posdaya Cakrajaya rutin menyelenggarakan pendampingan belajar atau les hingga konsultasi bagi anak-anak dusun.

“Pendampingan ini dilakukan oleh kelompok pemuda Karang Taruna dengan dibantu mahasiswa KKN. Selain itu program pendidikan seperti PAUD, BKB, BKL hingga TPA untuk anak-anak dan lansia juga secara rutin digelar,” sebutnya.

Sebagai wujud pemberdayaan keluarga di bidang kesehatan, Posdaya Cakrajaya dusun Jolosutro melaksanakan berbagai kegiatan mulai dari posyandu Balita, Posyandu Lansia, Pemantauan jentik-jentik nyamuk, dan juga pendampingan Keluarga Benencana (KB) termasuk bagi Pasangan Usia Subur (PUS).

“Tiap bulan dilakukan pemeriksaan kesehatan rutin, seperti tekanan darah, pendampingan konseling kesehatan hingga pemberian makanan tambahan. Itu dilakukan oleh para kader Posdaya, termasuk saya sendiri, karena kebetulan saya merupakan pegawai puskesmas. Selain itu di tiap rumah juga disiapkan kotak P3K untuk penanganan warga yang sakit,” katanya.

Sebagai bentuk kepedulian sesama warga, Posdaya Cakrajaya juga memberikan santunan bagi warga yang mengalami sakit hingga harus dirawat di rumah sakit. Dana santunan ini berasal dari para pemuda warga dusun yang tengah bekerja memantau ke luar kota atau luar pulau.

Sementara itu kegiatan di bidang lingkungan dilakukan posdaya antara lain pembuatan saluran santralisasi kandang kelompok, kerja bakti lingkungan, penanaman pohon perindang produktif di tiap halaman rumah warga, hingga merintis pembuatan saluran pembuangan air limbah rumah tangga.

“Kegiatan Siskamling juga berjalan secara rutin. Dusun Jolosutro ini memiliki enam (enam) gandu ronda yang ditempatkan di tiap RT di lokasi yang strategis. Secara bergantian warga rutin berkeliling di masing-masing RT sekaligus untuk mengambil jimpitan beras,” terangnya.

Sedangkan di bidang ekonomi, yang menjadi fokus kegiatan pemberdayaan, Posdaya Cakrajaya, rutin menggelar kegiatan pelatihan kewirausahaan bagi warga dusun khususnya ibu-ibu rumah tangga maupun para pemuda. Tenaga pelatih secara langsung didatangkan baik dari pemerintah desa maupun dengan bekerjasama dengan pihak Universitas.

“Warga dusun yang sehari-hari tidak bekerja seperti ibu-ibu, kita rangkul agar mau mendirikan usaha kecil-kecilan skala rumah tangga. Mereka kita dampingi dan kita bantu alat hingga pemasaran. Kini banyak ibu-ibu yang awalnya tidak produktif, akhirnya memiliki penghasilan tambahan dari UKM yang didirikan. Sekarang total ada 22 UKM yang berdiri di dusun ini, padahal sebelumnya hampir tidak ada,” katanya.

Tak hanya itu saja, untuk mendukung permodalan unit-unit usaha milik warga baik di bidang kuliner, kerajinan, jasa, pertanian maupun peternakan, Posdaya Cakrajaya juga mendirikan koperasi simpan pinjam di tiap-tiap kelompok usaha tersebut. Mulai dari koperasi khusus kelompok PKK dusun, koperasi berupa LKM tingkat dusun, koperasi di tiap wilayah RT, hingga koperasi di tiap kelompok ternak.

“Sejak adanya Posdaya, banyak dampak positif yang dirasakan. Di antaranya penurunan angka kemiskinan dan peningkatan ekonomi keluarga, hingga 50 persen. Meningkatnya rasa kebersamaan, kerjasama dan gotong royong antar warga, hingga perbaikan kondisi dusun sehingga sumberdaya yang ada dapat diberdayakan secara optimal,” katanya.

Masjid Sunan Geseng yang menjadi pusat kegiatan masyarakat dusun Jolosutro/Foto: Jatmika H Kusmargana

Berkat berbagai upaya yang dilakukan itu, Posdaya Cakrajaya, di dusun Jolosutro, Srimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta ini pun mampu meraih sejumlah prestasi baik di tingkat desa, Kecamatan maupun kabupaten. Salah satunya adalah menjadi Posdaya berbasis masjid Terbaik tingkat regional DIY dan Jawa Tengah, tahun 2015 lalu.

“Kunci pemberdayaan sebenarnya adalah bagaimana membangun kebersamaan antar seluruh warga masyarakat. Yakni dengan mendukung setiap kegiatan positif yang dilakukan. Meski tidak selalu berupa uang, namun juga tenaga dan pikiran. Dengan begitu warga akan merasa terdorong dan bersemangat,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...