Cross Way Dagemage Sikka, Putus

Editor: Koko Triarko

Kondisi Cross Way Dagemage yang terputus di Desa Kolisia B, Magepanda, Sikka yang berada di jalan strategis nasional. -Foto: Ebed de Rosary

MAUMERE –  Hujan lebat yang mengguyur kabupaten Sikka sejak Rabu hingga Kamis (10-11/1/2018) mengakibatkan cross way Dagemage di Desa Kolisia B, Magepanda, Sikka, putus total. Akibatnya, kendaraan dari arah timur kabupaten Sikka menuju wilayah barat kabupaten Sikka, Ende hingga Nagekeo sulit melintas.

Cross way ini berada di jalan strategis nasional, sehingga kewenangannya berada di bawah Kementerian PU, dalam hal ini Unit Perawatan Rutin jalan negara. Namun, kami di Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Sikka mempunyai kewajiban menjaga semua ruas jalan, agar jangan sampai putus dan bupati sudah perintahkan saya untuk mengambil tindakan,” sebut Thomas Petrus Lameng, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sikka, Jumat (12/1/2018).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sikka, Thomas Petrus Lameng. -Foto: Ebed de Rosary

Tommy juga mengatakan, hari ini Jumat (12/1/2018), dirinya sudah turun ke lokasi melihat kondisi jalan dan telah melakukan perbaikan sementara dengan menimbun sisi jalan di bagian selatan  agar kendaraan bisa lewat. Tapi, ini hanya pekerjaan sementara saja sambil menunggu perbaikan yang dilakukan.

“Tadi saya sudah ke lokasi dan kami sudah mengukur, menggambar dan membuat Rencana Anggaran dan Biaya (RAB)-nya semua, sehingga kami akan segera membangun. Kami menggunakan dana tanggap darurat bencana alam dari BPBD Sikka,” tuturnya.

Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Sikka, tandas Tommy, juga sudah ke lokasi dan besok Sabtu (13/1/2018) perhitungan RAB selesai dan langsung diserahkan ke BPBD Sikka untuk disiapkan dananya, agar pihaknya langsung membangun jalan darurat.

“Kami juga sudah membuat jalan lebih lebar dan perbaikan aliran airnya, agar aliran air bisa lewat melalui samping jalan dan sudah bisa dilewati kendaraan, Ini kan hanya sementara saja dan kami juga sudah laporkan ke UPR Kementrian PU dan dikatakan sudah dilaporkan ke provinsi, sehingga nanti diajukan dana APBN untuk perbangunan permanennya,” terangnya.

Tommy menambahkan, pekerjaan yang dilakukan hanya  sementara saja, hanya bersifat penanganan darurat saja agar jalan jangan sampai putus. Perbaikan yang dilakukan tersebut hanya bisa bertahan hingga satu tahun, sehingga setelah musim hujan selesai bulan Mei 2018 bisa diperbaiki oleh UPR Kemnterian PU.

Cross way juga tidak masalah bila tidak dibangun jembatan, hanya saja. cross way yang ada saat ini sudah lama dan bagian tengahnya ada lubang. Kami sudah ingatkan sejak tahun lalu untuk diperbaiki oleh UPR kementrian PU, namun tidak dilakukan sehingga cross way ini putus,” tegasnya.

Kalau pada 2017 lalu diperbaiki, kata Tommy, maka jalan tidak terputus seperti sekarang ini dan dananya juga tidak terlalu besar. “Kami bangun sementara saja dan paling lama satu dua minggu sudah selesai dikerjakan, sehingga sudah bisa dipergunakan. Bagian atasnya dipasang bronjong dan batu sehingga bisa dilewati kendaraan”, katanya.

Kepala BPBD Sikka, Muhammad Daeng Bakir, mengakui pihaknya sudah turun ke lokasi setelah mengetahui putusnya jalan tersebut, Kamis (11/1/2018), dan sudah berkoordinasi dengan Dinas PU Sikka dan UPR Kementerian PU di Sikka agar segera dibangun kembali.

Dikatakan Daeng Bakir, pihaknya hanya bisa menggunakan dana tanggap darurat bencana saja untuk melakukan perbaikan, namun sifatnya hanya sementara saja agar kendaraan bisa melewati badan jalan. Untuk perbaikan berada di bawah Kementerian PU dan katanya sudah disampaikan ke provinsi dan pemerintah pusat.

Komentar