Cuaca Ekstrim, Ribuan Kendaraan Tertahan di Bakauheni

153

LAMPUNG — Kondisi cuaca ekstrim yang terjadi di Perairan Selat Sunda membuat kapal roll on (Roro) di lintasan Selat Sunda ada yang tidak dioperasikan. Jika pada kondisi normal ada 27 hingga 29 kapal hanya dioperasikan, pada Minggu (28/1/2018) malam hanya 21 kapal yang beroperasi.

Henri,perwira jaga kantor BPTD Wilayah VI Bengkulu Lampung di Pelabuhan Bakauheni Lampung – Foto: Henk Widi

Perwira Jaga Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah-VI Lampung Bengkulu Kementerian Perhubungan Republik Indonesia di Bakauheni Henri, akibat kondisi cuaca sejumlah kapal hingga Minggu malam (28/1/2018) mengalami kendala dalam olah gerak kapal.

Henri menyebut kondisi cuaca yang didominasi hujan sudah terjadi sejak sore hingga malam hari mengakibatkan kapal berukuran di bawah 5000 gross ton (GT) sementara tidak beroperasi. Beberapa kapal roro yang dioperasikan diantaranya Kapal Raja Rakata, Kapal Mufidah, Kapal Mustika Kencana dan Kapal Titian Murni yang beroperasi di pelabuhan Bakauheni.

“Dampak dari alun gelombang dan cuaca ekstrim ini berimbas bertambahnya waktu tempuh lebih lama dari biasanya sehingga kapal mengalami keterlambatan tiba di Pelabuhan Merak dan juga Bakauheni,” jelas Henri saat dikonfirmasi Cendana News di Pelabuhan Bakauheni, Minggu malam (28/1/2018).

Dampak dari cuaca buruk tersebut terjadi penumpukan kendaraan di sejumlah dermaga yang ada di pelabuhan Bakauheni. Truk,bus dan kendaraan pribadi mengantri di dermaga I,II,III Pelabuhan Bakauheni dan beberapa dermaga yang dioperasikan untuk mendapatkan angkutan.

Henri menyebut pihak BPTD wilayah Bengkulu-Lampung selalu berkoordinasi dengan pihak BPTD wilayah VII Banten dan BMKG untuk mendapatkan informasi kondisi cuaca. Berdasarkan informasi dari BMKG melalui display di loket pembelian tiket pelabuhan Bakauheni, tercatat kecepatan angin di wilayah perairan mencapai 28 hingga 30 knot. Sementara di wilayah Pelabuhan Merak kecepatannya bisa mencapai 40 knot.

“Kami belum bisa memastikan kondisi cuaca buruk akan berakhir malam ini atau besok sehingga pantauan pergerakan angin terus kita pantau dari BMKG,” tambah Henri.

Dampak cuaca buruk dengan dioperasikannya kapal kapal besar di Pelabuhan Bakauheni sejumlah kapal yang akan menuju ke Pelabuhan Merak harus menunggu di alur masuk yang ada di belakang Pulau Rimau Balak di Bakauheni dan Pulau Merak Besar di Banten.

Sejumlah kapal disebutnya harus menunggu perintah dari Ship Traffic Control dengan pertimbangan keamanan kondisi cuaca yang terjadi di sekitar pelabuhan. Pantauan Cendana News akibat cuaca buruk tersebut antrian kendaraan mengular di pintu masuk pembelian tiket kendaraan.

Bahkan antrian kendaraan yang berasal dari pintu keluar Jalan Tol Trans Sumatera dan Jalan Lintas Sumatera mengular hingga ke depan kantor Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni yang jaraknya lumayan jauh.

Antrian kendaraan truk ekspedisi terlihat mendominasi pintu masuk pembelian tiket kendaraan. Petugas dari PT Mata Pencil Globalindo dan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni terus melakukan pengaturan. Sementara itu penumpang pejalan kaki yang membeli tiket pada arus liburan akhir pekan terlihat tidak terlalu ramai.

Baca Juga
Lihat juga...