banner lebaran

Dana Bergulir Unusa Dorong Mahasiswa Berwirausaha

51

SURABAYA — Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya mendorong dan memotivasi mahasiswanya untuk berwirausaha melalui program dana bergulir yang diberikan kampus itu.

Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie di Surabaya, Sabtu mengatakan program itu sebagai salah satu visi kampusnya agar mahasiswa Unusa tidak hanya berpatokan mencari kerja saat lulus, tapi bisa menciptakan lapangan kerja.

“Di Unusa ada program bergulir mahasiswa wirausaha. Ada pendanaan yang disediakan. Kami mengundang kelompok mahasiswa untuk membuat perencanaan bisnis. Proposal yang layak akan didanai Rp5 juta – Rp8 juta,” ujar Jazidie.

Jazidie mengatakan, program dana bergulir itu merevitalisasi program kewirausahaan pemerintah. Dari dana yang diberikan itu, akan dikembalikan dalam jangka waktu tiga sampai lima tahun untuk digulirkan ke kelompok lain.

“Setiap kelompok ada empat atau lima mahasiswa. Dana yang diberikan sepenuhnya dari proposal. Selain itu juga dari kelayakan bisnis dan kelayakan produk. Tahun lalu ada 10 kelompok yang didanai oleh tim penilai,” ujarnya.

Untuk memastikan usaha yang dibuat mahasiswanya tetap berjalan dan tidak mengalami masalah di tengah jalan, Unusa akan memantau perkembangannya setiap waktu.

“Ini untuk memonitor, apakah nantinya usaha itu akan makin besar atau bagaimana. Kami akan mendampingi,” ujarnya.

Program itu diharapkan bisa memberi solusi kepada mahasiswa setelah lulus. “Mahasiswa kita arahkan kalau lulus karyawan berapa bagaimana mencukupi orang. Lulusan dua tahun terakhir ada 30 persen mahasiswa yang melakukan wirausaha,” kata dia.

Direktur Akademik dan Kemahasiswaan Unusa Umdatus Soleha M.Kes mengatakan ada kelompok mahasiswa yang mendapatkan dana hibah dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi senilai Rp30 juta.

Kelompok tersebut membuat biskuit sunah rosul untuk mengatasi morning sicknes atau Bik Nunnah Mringis. Biskuit itu untuk ibu hamil semester pertama bekerja sama dengan bidan praktik sendiri (BPS).

“Dari dana itu sekarang kelompok itu telah merekrut lima orang pegawai. Selain itu mereka juga membuat Bikoling (biskuit kolang kaling),” ujar Umdatus.

Dari keberhasilan itu, Unusa berniat menambah dana agar lebih memacu kompetisi bisnis internal program mahasiswa usaha. “Ada 40 proposal yang masuk. Tiga minggu yang lalu kami monitoring, ternyata sudah ada yang mengembalikan karena bisnisnya sudah berjalan,” tuturnya.[Ant]

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.