banner lebaran

DBD Serang Sikka, 43 Warga Dirawat

65

MAUMERE –– Sebanyak 43 warga kabupaten Sikka hingga awal Januari tahun 2018 hingga Kamis (25/1/2018) terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan dirawat di RSUD TC Hillers Maumere di mana jumlah terbesar pasien berada di Kota Maumere.

“Pasien terbanyak berasal dari Kecamatan Alok sebanyak 8 pasien disusul oleh kecamatan Alok Timur sebanyak 5 pasien. Juga di Kecamatan Alok sebanyak 2 pasien yang semaunya masuk dalam wilayah kota Maumere,” ujar dr. Maria Bernadina Sada Nenu,MPH, Jumat (26/1/2018).

Kepada Cendana News di kantornya, Dokter Maria menyebutkan, penyebab terbesar penyakit demam berdarah selalu terjadi setiap tahun diakibatkan oleh drainase kota yang sangat jelek yang menjadi sarang dan berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti.

“Saat hujan genangan air terjadi dimana-mana dan kesannya kota Maumere menjadi sangat kumuh. Masyarakat juga masih membuang sampah sembarangan di drainase yang ada di lingkungan sekitar perumahan dan jalan umum,” ungkapnya.

Untuk meminimalisir kasus DBD, Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka sebut Maria, bekerja sama dengan mitra terkait seperti Yaspem Maumere gencar melakukan promosi. Juga dilakukan sosialisasi terkait penyebab dan langkah yang harus dilakukan agar terhindar dari penyakit DBD.

“Para lurah dan kepala desa harus menggerakan masyarakat untuk membersihkan wilayahnya terlebih saat musim hujan. Meski lingkungan rumah bersih tapi bila lingkungan sekitarnya tidak bersih maka penyakit demam berdarah rentan terjadi,” sebutnya.

Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera saat pencanangan minum tablet tambah darah mengatakan, penyakit malaria menjadi salah satu ancaman terbesar di Kabupaten Sikka. Pemerintah beberapa tahun terakhir bekerja sama dengan LSM dan pihak gereja serta lembaga lainnya gencar melakukan gerakan berantas malaria.

“Pemerintah memang telah gencar lakukan berbagai cara namun memang kita perlu lagi menyadarkan masyarakat agar bisa merubah perilaku mereka dalam menjaga kebersihan. Ini penyakit lingkungan sehingga harus ada kesadaran dari dalam drii masyarakat,” ungkapnya.

Data yang didapat Cendana News menyebutkan, selain 3 kecamatan tersebut, DBD juga menyerang kecamatan Magepanda di mana terdapat 5 pasien, Nelle 4, Lela dan Talibura masing-masing 3 pasien serta Waigete dan Kangae masing-masing 2 pasien.

Kepala dinas Kesehatan kabupaten Sikka dr.Maria Bernadina Sada Nenu,MPH. Foto: Ebed de Rosary.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.