Desa Watumilok di Sikka Bangun Pasar Ikan

167

MAUMERE — Pemerintah Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka membangun los pasar ikan di pantai samping jembatan tambatan perahu untuk ditempati pedagang ikan. Para pedagang ini sering kena razia Satpol PP akibat berjualan di Jalan Negara Trans Maumere-Larantuka.

“Pedangang ikan warga Waipare selama ini sering berjualan ikan di pinggir jalan negara, sehingga selalu dikejar dan ditertibkan Satpol PP. Akhirnya kami sepakat bangun los di dekat jembatan tambatan perahu agar mereka bisa berjualan dengan aman,” ujar Mas Arif, Senin (29/1/2018).

Saat ditemui Cendana News, Arif sedang memantau para pekerja yang sedang membangun los ikan dengan atap seng dengan rangka kayu. Bila berjualan di pinggir jalan sangat menggangu kenyamanan dan keamanan pengendara,pejalan kaki dan penjual itu sendiri.

“Mereka sering dirazia karena melanggar Perda Kabupaten Sikka tentang Ketertiban Umum sehingga kami membuat los buat mereka untuk berjualan ikan. Nantinya mereka semua akan berjualan di tempat ini dan bila ramai akan kami perluas lagi,” sebutnya.

Pihak desa terang Arif, sengaja membangun los ikan persis di samping jembatan tambatan perahu. Para nelayan yang baru turun melaut menambatkan perahu mereka di jembatan tambatan perahu sehingga ikan bisa langsung diambil dan dijual.

“Panjang los sekitar 21 meter dengan lebar sekitar 2 meter menggunakan dana desa. Rencana awal akan ada sekitar 21 pedagang ikan dari warga Waipare yang akan berjualan di sini dan kami yakin ke depannya tempat ini pasti akan ramai,” tuturnya.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran kabupaten Sikka Yosef Benyamin,SH saat ditanyai Cendana News menjelaskan,sesuai hasil rapat bersama antara pemilik ikan, pedagang dan pihak desa di Kecamatan Kangae khususnya yang sering berjualan di pinggir jalan, telah disepakati pedagang berjualan di tempat aman.

“Kita harapkan semua pedagang ikan pindah ke lokasi tersebut agar nantinya akan ada pusat pertumbuhan ekonomi baru di sekitar wilayah tersebut. Sudah banyak pedagang yang mendaftar di desa untuk bisa berjualan di tempat ini,” ungkapnya.

Satpol PP pun lanjut Yosef, selama seminggu tetap berjaga memantau kesepakatan bersama ini dan membantu para pedagang untuk membereskan tempat berjualan. Dirinya berharap ke depannya tidak ada lagi pedagang yang berjualan di pinggir jalan negara.

“Kalau memang para pedagang sadar maka mereka akan menempati tempat tersebut. Setelah itu kami juga akan melakukan razia dan menangkap pedagang yang tidak menaati kesepakatan dan akan proses Tipiring,” tegasnya.

Dengan adanya sanksi tegas oleh hakim yang beberapa kali diadakan sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) beber Yosef, para pedagang yang selama ini berjualan di pinggir jalan negara sudah kurang, bahkan di Kota Maumere sudah hampir tidak ada.

“Satpol PP terus akan bertindak tegas agar semua orang bisa taat pada aturan. Bila ini dibiarkan maka kota akan menjadi semrawut dan sangat menggangu kelancaran arus lalu lintas dan keamanan pengendara,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.