Dinas Optimis Festival Bau Nyale NTB Banjir Pengunjung

103

MATARAM – Iven festival pesona Bau Nyale Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dipastikan akan dibanjiri wisatawan nusantara maupun mancanegara, karena merupakan iven kebudayaan tahunan terbesar di NTB.

“Kalau berangkat dari festival sebelumnya, festival Bau Nyale tahun 2018 dipastikan akan dibanjiri wisatawan, baik lokal, maupun mancanegara”, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal, di Mataram, Jum’at (12/1/2018).

Selain dilaksanakan satu tahun sekali, Bau Nyale juga merupakan pesta kebudayaan yang unik dan berbeda dari festival atau iven kebudayaan lain di NTB, terutama Pulau Lombok.

Keunikan itulah yang membuat festival pesona Bau Nyale selalu ramai oleh wisatawan yang penasaran dan ingin menyaksikan secara langsung pesta rakyat Bau Nyale.

“Ada sejarah, kebudayaan, religi dan nilai kearifan lokal yang sarat akan pesan moral dan sosial dari festival Bau Nyale, tidak sekedar festival atau pesta kebudayaan biasa”, katanya.

Festival pesona Bau Nyale merupakan festival kebudayaan, menangkap cacing laut yang dilakukan masyarakat suku Sasak Lombok setiap tahunnya.

Nyale sendiri berdasarkan kepercayaan dan mitos yang berkembang di tengah masyarakat Pulau Lombok, dipercaya sebagai jelmaan putri Mandalika yang menceburkan diri ke laut pantai selatan.

Putri Mandalika menceburkan diri ke laut sebagai pilihan, karena tidak ingin terjadi pertumpahan darah di antara para pangeran kerajaan di Lombok, yang waktu itu memperebutkan dirinya untuk dilamar sebagai istri, karena dikenal akan kecantikannya.

Uniknya, Nyale yang diyakini sebagai jelmaan Putri Mandalika, hanya bisa ditangkap pada 20 bulan 10, berdasarkan perhitungan penanggalan Masehi dan tahun berdasarkan kalender pemerintah akan dilaksanakan antara bulan Februari dan Maret.

Baca Juga
Lihat juga...