Dinkes Ambon: Imunisasi Lengkap Cegah Difteri

AMBON – Dinas Kesehatan (Dinkes) Ambon mengimbau warga khususnya yang memiliki anak usia Bawah Tiga Tahun (Batita), Bawah Lima Tahun (Balita) dan anak Sekolah Dasar (SD) untuk melakukan imunisasi lengkap, guna mencegah penyakit difteri.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy, menyatakan, langkah pencegahan penyakit difteri yang paling utama adalah melakukan imunisasi DPT, DT dan Td.

“Pemberian imunisasi lengkap DPT, DT dan Td merupakan bentuk vaksinasi yang wajib diberikan kepada bayi baru lahir hingga 9 bulan, serta 18 bulan dan anak SD kelas 1 dan kelas V, imunisasi ini wajib karena anak yang tidak mendapatkan vaksin lengkap memiliki risiko tinggi terkena penyakit difteri, bahkan dapat menyebabkan kematian,” katanya, di Ambon, Jumat (12/1/2018).

Ia menjelaskan, difteri merupakan penyakit menular yang disebabkan kuman corynebacterium diphteriae yang menyerang infeksi pada faring, laring atau tonsil. Penularannya dapat melalui percikan ludah dari penderita difteri dan carier difteri.

Bakteri ini terutama menyerang balita usia 4-8 bulan, tetapi dapat juga menyerang semua golongan umur yang status imunisasi difterinya tidak lengkap atau antibodinya tidak cukup protektif, karena sumber penularan pada manusia dan cara penyebarannya terutama lewat udara.

Gejala-gejala yang harus diwaspadai, antara lain demam 38 derajaj celsius, terbentuknya lapisan putih keabuan (pseudomembrane) yang tak mudah lepas, serta mudah berdarah di tenggorokan, sakit menelan, leher membengkak seperti leher sapi dan sesak nafas.

“Jika masyarakat mendapati gejala-gejala seperti ini segera dibawa ke tempat-tempat pelayanan kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya.

Wendy mengatakan, upaya mengantisipasi penyebaran wabah penyakit difteri dengan menginstruksikan Puskesmas melakukan pencegahan sejak dini, menindaklanjuti surat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Langkah awal yang telah dilakukan adalah menyurati seluruh Puskesmas di Kota Ambon serta ditindaklanjuti ke setiap kader di Posyandu untuk melakukan antisipasi dan pencegahan wabah penyakit difteri.

“Upaya pencegahan yang dilakukan sebagai bentuk tindaklanjut satu kasus yang terjadi di Maluku Tenggara Barat (MTB), sehingga seluruh kabupaten dan kota di Maluku harus waspadai, melalui sosialisasi yang gencar,” katanya.

Kota Ambon saat ini aman dari wabah difteri, tetapi pihaknya tetap waspada dan mengimbau kepada segenap Puskesmas untuk mengantisipasi wabah tersebut.

Antisipasi gencar dilakukan menyusul surat dari kementerian kesehatan tentang penyakit difteri yang merupakan kejadian luar biasa (KLB) di sebagian daerah di Indonesia.

“Prinsipnya kami terus melakukan antisipasi terhadap penyakit menular apa pun jenis penyakitnya, ditambah surat dari Menteri Kesehatan RI yang menyatakan Indonesia harus mewaspadai penyakit difteri,” ujarnya. (Ant)

Komentar