Dinkes Mataram: Desember 2017 Ada 30 Penderita Campak

214

MATARAM – Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, melakukan validasi penderita penyakit campak selama bulan Januari 2018.

“Validasi data penderita campak dilakukan berdasarkan kasus yang ditangani di 11 puskesmas, dan rumah sakit di kota ini, sebagai bagian evaluasi program pemberian imunisasi campak ke depan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi, di Mataram, Senin (29/1/2018).

Berdasarkan data, di bulan Desember 2017, penderita campak di Kota Mataram tercatat 30 kasus, tapi semuanya kini sudah sembuh dan tidak terjadi komplikasi.

Ia mengatakan, penyakit campak ini merupakan virus yang bisa disembuhkan, namun jika tidak cepat ditangani bisa terjadi komplikasi penyakit berbahaya, bahkan hingga infeksi otak.

“Sampai saat ini, kasus kematian akibat penyakit campak di Kota Mataram belum ada. Mudah-mudahan saja tidak akan pernah ada,” ujarnya.

Karenanya, untuk mengantisipasi adanya penyakit campak, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram aktif memberikan sosialisasi kepada orang tua, agar memberikan imunisasi dasar lengkap kepada balita mereka.

Setelah itu, dilanjutkan dengan imuninasi saat anak masuk sekolah dasar, karena sejak anak mulai memasuki usia sekolah dasar terjadi penurunan terhadap tingkat kekebalan yang diperoleh saat imunisasi ketika bayi.

“Jadi, untuk mendapatkan kekebalan permanen, anak-anak kembali diberikan imunisasi campak sebanyak tiga kali, dengan sasaran anak kelas 1,2 dan 3 SD/MI,” katanya.

Imunisasi bagi anak SD ini dilaksanakan secana nasional setiap bulan Agustus, melalui program bulan imunisasi anak sekolah (BIAS), bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi anak-anak usia sekolah dasar terhadap penyakit campak, difteri dan tetanus.

Tetapi, lanjut Usman, masih ada saja orang tua yang tidak memberikan izin kepada anaknya untuk diimunisasi campak melalui program BIAS.

“Masih ada orang tua tidak mengizinkan anaknya ikut BIAS dengan berbagai alasan, salah satunya karena sudah mendapat imunisasi dasar lengkap,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya terus aktif melakukan sosialisasi terhadap program BIAS, agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tepat, sehingga tidak ada penolakan lagi.

Dikatakan, setiap tahun pelaksanaan BIAS di Kota Mataram dilakukan oleh para petugas medis di 11 puskesmas yang ada di kota ini sesuai dengan wilayah masing-masing.

Hal itu dimaksudakan agar semua sasaran di setiap sekolah yang ada di wilayahnya bisa terakomodasi, bahkan jika ada anak yang tidak masuk pada hari pemberian imunisasi, petugas dari puskesmas akan memerikan pelayanan langsung ke rumah mereka selama orang tua mereka mengizinkan. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...