Dinsos Karanganyar Salurkan Bantuan untuk Disabilitas Berat

165

SOLO —  Dinas Sosial Kabupaten Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, di awal 2018 ini mulai menyalurkan bantuan berupa uang tunai kepada penyandang disabilitas berat di wilayahnya. Setidaknya, 121 penyadang disabilitas berat mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat tersebut. 

Kasi Rehabilitasi Dinas Sosial Karanganyar, Sulistyowati, menjelaskan, pihaknya secara estafet melakukan kunjungan ke rumah-rumah penyandang disabilitas, yang mendapatkan bantuan berupa dana segar tersebut. Sejauh ini, Dinsos baru mendatangi sekitar 55  penyandang disabilitas yang sudah  menerima bantuan.

“Setiap penerima mendapatkan bantuan uang tunai senilai Rp3 juta. Bantuan ini merupakan program pemerintah pusat untuk asistensi sosial bagi penyandang disabilitas berat,” ucap Sulistowati, di sela pemberian bantuan di Ngargoyoso, Jumat (12/1/2018).

Selain untuk memberikan bantuan secara langsung, kunjungan Dinsos ke rumah-rumah disabilitas berat itu sekaligus untuk memastikan bantuan itu digunakan secara tepat. Yakni dapat digunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari, maupun kebutuhan hidup lainnya maupun untuk berobat.

“Tapi bantuan senilai Rp3 juta ini diberikan dalam dua tahap. Pertama, senilai Rp1,2 juta diberkan pada 4 bulan pertama, sedangkan Rp1,8 juta diberikan setelahnya”, jelasnya.

Menurutnya, jumlah penyandang disabilitas di Karanganyar yang sudah tercover  oleh pemerintah jumlahnya masih kecil, yakni sekitar 40 persen dari jumlah totalnya. Setidaknya, terdapat 4.936  penyandang disabilitas di Karanganyar, namun sebagian  besar belum mendapat bantuan, baik dari pemerintah daerah, provinsi dan pusat.

“Meskipun sebagian dari total penyandang disabilitas sudah ada yang tercover melalui Karanganyar dan provinsi, tapi jumlahnya belum begitu banyak. Ini karena keterbatasan anggaran yang dimiliki,” imbuhnya.

Salah satu keluarga penerima bantuan, Prihatini, mengungkapkan, bantuan yang diberikan ini akan digunakan untuk biaya perawatan. Sebab, Agus Setiawan, putranya yang menjadi penyandang disabilitas sudah sejak kecil berulang kali keluar masuk rumah sakit.

Diungkapkan, putranya yang saat ini berusia 22 tahun menderita hidrosefalus dan kelumpuhan. Sehingga pertumbuhan terhambat dan membuat  perkembangan kepala yang tidak  normal. “Agus juga sudah berulangkali dioperasi sampai kasihan melihatnya, karena banyak bekas luka operasi,” pungkas Prihatini.

Baca Juga
Lihat juga...