Erdogan: Turki Akan Habisi Milisi Kurdi di Afrika

Ilustrasi wilayah Turki foto: Dokumentasi CDN

ISTANBUL – Presiden Turki Tayyip Erdogan menyebut masuknya militer Turki ke Provinsi Idlib

Presiden Turki ke 12 Recep Tayyip Erdogan – Foto : Dokumentasi CDN

di bagian utara Suriah ditujukan untuk menyerang pasukan milisi Kurdi, yang mengendalikan kawasan Afrin. Serangan dilakukan untuk menghabisi milis tersebut.

Milisi YPG Kurdi mengatakan, pasukan Turki di Suriah menggempur Afrin pada Sabtu (13/1/2018). Dari laporan yang muncul, belum ada korban jatuh akibat serangan yang dilakukan tersebut.

Pasukan Turki masuk ke Idlib tiga bulan lalu setelah persetujuan dicapai dengan Rusia dan Iran. Ketiga negara itu berusaha mengurangi pertempuran pasukan Suriah dengan pemberontak di bagian Suriah, yang dikuasai pejuang. Sejumlah pos pengamatan telah didirikan tentara Turki di dekat garis pemisah antara lahan yang dikuasai pemberontak dan kawasan Afrin, yang dikuasai Kurdi.
“Kalau teroris di Afrin tidak menyerah kami akan merobek-robek mereka,” kata Erdogan dalam sebuah kongres Partai AK yang berkuasa di Elazig, kota di bagian timur Turki, Sabtu (13/1/2018).

Petempur YPG Kurdi mengatakan pasukan Turki berada di wilayah Suriah menggempur beberapa desa Kurdi di kawasan Afrin pada Sabtu (13/1/2018). Namun serangan tersebut tidak menimbulkan jatuhnya korban.

juru bicara YPG di Afrin Rojhat Roj mengatakan, bahwa gempuran tersebut dilakukan oleh pasukan Turki di Dar Taizaah dan Qalat Seman. Daerah yang disasar tersebut adalah kawasan dimana pasukan Turki telah ditempatkan sebagai bagian dari perjanjian dengan Rusia dan Iran. “Dari sisi kami, tak ada gempuran saat ini,” tambahnya.

Erdogan mengatakan milisi YPG Turki berusaha membentuk koridor teror di perbatasan bagian selatan Turki. Daerah yang menghubungkan Afrin dengan kawasan yang dikuasai Kurdi ke arah timur.

Pada 2016 Turki melancarkan ofensif militer Euphrates Shield di bagian utara Suriah untuk memukul mundur IS dari perbatasan dan membagi-bagi kawasan yang dikuasai Kurdi. “Dengan operasi Euphrates Shield kami memotong koridor teror tepat di tengah. Kami pukul mereka segera satu malam. Dengan operasi Idlib, kami runtuhkan sayap bagian barat,” kata Erdogan, merujuk kepada Afrin.

Dia juga mengatakan Turki dapat mengusir pasukan YPG keluar dari Manbij. Kota yang dihuni sebagian etnis Arab itu terletak di sebelah barat Euphrates, dan Turki telah lama mendesak para pejuang Kurdi mengembalikan bagian timur dari sungai itu. “Di Manbij, jika mereka mengingkari janji, kami akan bertindak sampai tak ada lagi teroris. Mereka akan lihat apa yang akan kami lakukan dalam waktu sekitar sepekan,” tegas Erdogan.

Turki merupakan pendukung utama pejuang yang bertempur menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Ankara telah mengecam Amerika Serikat yang mempersenjatai para pejuang YPG dan Arab dalam pasukan Demokratik Suriah, yang mengusir IS dari Raqqa dan beberapa bagian lain di Suriah.

“AS mengirim 4.900 truk berisi senjata ke Suriah. Kami tahu itu. Itu bukan apa yang sekutu lakukan. Kami tahu mereka mengirim 2.000 pesawat penuh senjata,” pungkas Erdogan. (Ant)

Komentar