banner lebaran

Frederich Yunadi Bisa Kena Pasal ‘Obstruction of Justice”

93

YOGYAKARTA – Pakar hukum tata Negara, Mahfud MD, mengatakan, Frederich Yunadi, mantan pengacara Setya Novanto, bisa dijerat dengan tuduhan melakukan obstruction of justice atau menghalang-halangi upaya penegakkan hukum seperti yang dituduhkan KPK.

Obstruction of justice itu ancaman hukumannya minimal kurungan tiga tahun. Maka, sudah pastilah dapat tiga tahun,” kata Mahfud, di kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (12/1/2018).

Menurut Mahfud, sesuai Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002, Komisi Pemberantasan Koruspi (KPK) memang memiliki wewenang menjerat setiap orang yang berupaya menghalang-halangi upaya penegakkan hukum dalam kasus korupsi.

Mahfud mengatakan, meski berprofesi sebagai pengacara, Frederich tidak bisa menggunakan alasan menjalankan tugas profesi untuk menghindari proses hukum tersebut.

Alasan profesi apa pun, menurut dia, tetap tidak bisa menjadi pembenar seseorang melakukan tindak pidana yang merugikan negara.

Mahfud mencontohkan, dalam kasus korupsi yang dilakukan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar, meski berprofesi sebagai hakim konstitusik ia tetap menjalani proses hukum di pengadilan, meski di sisi lain ia juga menjalani sidang etik yang memutuskan ia dipecat dari profesi atau jabatannya itu.

“Jadi, tidak bisa berlindung di balik profesi. Kasus hukumnya jalan, sidang etiknya jalan, itu dua jalur yang berbeda dalam hukum,” kata Mahfud, yang juga mantan Ketua MK ini.

Mahfud menilai, dalam kasus Setya Novanto, aparat penegak hukum perlu memeriksa semua pihak yang telah terlibat menghalang-halangi proses hukum mantan ketua DPR RI itu.

KPK mengendus kejanggalan dalam perawatan Novanto di RS Medika Permata Hijau. Dokter yang memberikan penanganan medis bagi Novanto, Bimanesh dan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, diduga melakukan manipulasi data medis.

“Saya sudah pernah katakan, harus diperiksa semua dokternya, pengacaranya, penjaga rumahnya, pengawalnya, sopirnya, jangan-jangan ada konspirasi,” kata dia. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.