Gandeng Dinas Kebersihan, Bumdes Pasuruan Pertahankan Pasar Higienis

Editor: Irvan Syafari

Kondisi pasar tradisional Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan saat hari pasaran-Foto: Henk Widi.

LAMPUNG — Upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan pasar tradisional terus dilakukan oleh pengelola unit pasar tradisional Desa Pasuruan. Salah satu cara yang dilakukan unit ini melakukan penataan pasar menjadi lokasi yang nyaman untuk melakukan kegiatan jual beli, termasuk menjadikan pasar tradisional menjadi pasar higienis.

Dodi Siswandi selaku Kepala Unit Pasar Tradisional Desa Pasuruan, salah satu unit Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) memastikan penanganan sampah pasar sudah dilakukan dengan benar. Pihaknya mengerahkan petugas kebersihan pasar dan menghimbau pedagang membuang sampah di tempat yang disediakan.

Pedagang di pasar tradisional Pasuruan saat ini berjumlah sekitar 300 pedagang. Mereka dipisahkan dalam zona zona khusus di antaranya kios, lapak, hamparan. Zona khusus tersebut memudahkan pedagang dan pembeli melakukan transaksi dengan nyaman melalui penataan tempat sekaligus pemeliharaan kebersihan.

Di sejumlah sudut pasar disediakan beberapa keranjang sampah termasuk penyediaan sampah secara mandiri oleh para pedagang menghindari sampah berserakan, sekaligus penempatan petugas khusus kebersihan.

Kebersihan pasar tradisional tersebut sekaligus menjaga kesehatan masyarakat yang berada dan tinggal di lingkungan pasar yang berada di pusat Kecamatan Penengahan tersebut.

“Prioritas kebersihan lingkungan untuk menjadikan pasar tradisional higienis kita lakukan dengan mengumpulkan dan membersihkan beragam sampah yang dikerjakan oleh petugas kebersihan setiap hari di semua sudut pasar selanjutnya dibuang ke tempat pembuangan akhir,” ujar Dodi Siswandi saat ditemui Cendana News di kantornya, Jumat (12/1/2018)

Pasar tradisional beroperasi setiap hari Selasa,Jumat dan Minggu untuk seluruh pedagang. Setiap harisejumlah pedagang sayuran menghasilkan volume sampah rata rata 12 ton per minggu.

Volume sampah yang cukup dibersihkan setiap pekan melalui kerjasama antara unit Bumdes pasar tradisional Pasuruan dengan Dinas Kebersihan Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam waktu dekat unit Bumdes pasar tradisional juga akan bekerjasama mengelola kebersihan pasar dengan petani pemanfaat limbah pasar untuk bahan baku pembuatan pupuk kompos.

Potensi volume sampah yang besar sebagian didominasi oleh sampah organik seperti sayuran serta sampah dari los pasar basah berupa ikan, daging serta makanan potensial untuk dimanfaatkan sebagai pupuk.

“Kita buka kesempatan untuk pihak ketiga yang akan memanfaatkan sampah selain ikut menjaga kebersihan pasar,kesehatan lingkungan juga memiliki nilai ekonomis tinggi,” beber Dodi.

Ia berharap dengan pengelolaan sampah pasar yang baik maka kondisi pasar yang kerap diasumsikan kumuh tidak ditemui di pasar tradisional Pasuruan. Kesadaran para pedagang dalam membayar uang kebersihan disebutnya harus dibarengi dengan kesadaran melakukan pemilahan sampah organik dan non organik sehingga tidak memberatkan tugas petugas kebersihan pasar.

Selain menjaga kebersihan pasar seiring dengan perkembangan jumlah pedagang dilakukan penambahan bangunan baru pada 2018 ini. Ia berharap dengan semakin berkembangnya pasar tradisional Desa Pasuruan tersebut ada perhatian dari Kementerian Perdagangan untuk perehaban bangunan pasar yang sudah berusia cukup tua.

“Sebagian bangunan pasar memang sudah berusia cukup tua sehingga kita akan usulkan ke Kementerian Perdagangan untuk upaya perehaban menjadi bangunan permanen,” ujar Dodi.

Upaya mencari kucuran dana pasar dari Kementerian Perdagangan disebut Dodi sekaligus untuk meningkatkan pelayanan kepada pedagang termasuk pembeli.

Pengelolaan pasar tradisional tersebut selain akan fokus pada kenyamanan masyarakat dalam bertransaksi dengan ruang yang lebar, area parkir memadai juga menjadikan pasar tradisional Pasuruan menjadi pasar higienis.

Dodi Siswandi selaku kepala unit Bumdes pasar tradisional Pasuruan Kecamatan Penengahan-Foto: Henk Widi.

Komentar