Gelombang Tinggi Tidak Surutkan Animo Wisatawan ke Pantai Canti

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Bebatuan hitam dan pasir putih menjadi lokasi bermain bagi anak anak [Foto: Henk Widi]

LAMPUNG — Kondisi cuaca perairan yang didominasi gelombang tinggi dan angin kencang dalam masa pancaroba tidak menyurutkan animo masyarakat yang akan menghabiskan libur akhir pekan ke destinasi wisata bahari. Ombak yang cukup tinggi bahkan di beberapa lokasi mengakibatkan sejumlah nelayan tidak berani melaut dan sejumlah objek wisata pantai memasang larangan berenang dan wisatawan hanya boleh bermain di tepi pantai.

Dian (26) salah satu warga Desa Patok Kecamatan Sidomulyo menyebut sengaja mendatangi pantai wisata Canti karena lokasi yang berdekatan dengan jalan lingkar pesisir Rajabasa sehingga mudah dicapai dengan perjalanan sekitar satu jam dari rumahnya.

Pantai Canti, sebut Dian, memiliki penghalang alami dari terjangan ombak pantai berupa Pulau Sebuku, Pulau San Tiga serta sejumlah batu batu besar yang berada di sekitar pantai. Kondisi pantai tersebut diakuinya juga cukup aman untuk lokasi bermain anak anak sekaligus mudah diawasi.

“Sebetulnya ada beberapa spot wisata bahari yang bisa kami kunjungi namun memperhitungkan kondisi cuaca dalam sepekan ini pantai Canti menjadi pilihan sekaligus untuk mencari buah durian yang saat ini sedang musim,” terang Dian saat dijumpai Cendana News tengah berlibur bersama dengan anggota keluarganya di pantai Canti, Minggu (14/1/2018).

Sejumlah warung kuliner yang menyediakan gazebo gazebo dari bambu sekaligus tempat bersantai membuat lokasi tersebut nyaman untuk acara keluarga.

Musim rambutan, duku dan durian juga disebutnya menjadi alternatif. Karena daerah tersebut menjadi salah satu sentra untuk buah-buahan tersebut .

“Sembari berlibur kami bisa membeli buah durian, duku dan rambutan dengan harga yang murah karena langsung dijual oleh pemilik kebun,” beber Dian.

Salah satu pengunjung lain, Asti (30), mengungkapkan, meski pantai Canti tetap aman tetap harus melakukan pengawasan kepada anak anak yang bermain di tepi pantai. Sejumlah pelampung dengan ban dalam bekas yang disewakan oleh warga juga menjadi pilihan.

Berwisata ke pantai Canti juga sekaligus memperlihatkan aktifitas rutin warga setempat yang dikenal sebagai lokasi pelabuhan tradisional penghubung Pulau Sumatera dan Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku serta Krakatau.

Dian, warga Kecamatan Sidomulyo menikmati liburan bersama anak anak dan kerabatnya di pantai Canti Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Kunjungan wisatawan ikut memberi dampak positif pedagang makanan, minuman ringan hingga buah-buahan.

“Lumayan saat banyak pengunjung omzet penjualan dagangan saya meningkat terutama selain ada yang berwisata di pantai Canti ada juga wisatawan transit yang akan ke Pulau Sebesi dan Pulau Krakatau,”terang Sumilah (50) salah satu pedagang.

Hari normal omset hanya berkisar Rp500.000 per hari namun saat akhir pekan dan hari libur bisa mencapai Rp1juta lebih.

Imbas positifnya diakui Sumilah sejumlah pedagang kuliner di wilayah tersebut menjadi lebih bergairah termasuk keberadaan sejumlah villa, homestay dan penginapan yang disediakan warga secara mandiri.

Komentar