hut

‘Gowa Menyala’ Tumbuhkan Minat Literasi Siswa

GOWA — ‘Gowa Menyala’ merupakan sebuah gerakan literasi sekolah untuk menumbuhkan minat literasi siswa. Gerakan ini muncul sejak 2016, dicetuskan Andi Bunga Tonggeng, usai mengikuti kelas Inspirasi Gowa.

Gerakan ini salah satunya menyasar sekolah yang minim fasilitas untuk menumbuhkan minat literasi siswa, seperti beberapa waktu lalu dalam kegiatan literasi Januari Gowa Menyala di SDI Mawang, Kelurahan Romangpoloa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Anak –anak tampak senang mengikuti kegiatan yang diadakan Gowa Menyala.

Andi Bunga Tonggeng, pencetus gerakan literasi Gowa Menyala mengatakan, di SDI Mawang ini belum dilengkapi fasilitas yang memadai. “Saya sangat prihatin dengan keadaan dan situasi di sini, sehingga saya memutuskan untuk memulai gerakan literasi saya di SDI Mawang ini, setelah kami dari gerakan Gowa Menyala melakukan riset kecil”, jelasnya.

Andi Bunga Tonggeng juga mengatakan, pada awalnya gerakan ini cukup berat dirasakan, karena masih sedikitnya relawan yang ikut berpartisipasi. Padahal, ketika itu anak yang harus diajarkan banyak dan butuh perhatian khusus.

Bahkan, yang paling miris ditemui oleh Bunda Bunga, sapaannya, ada tiga orang siswa di SDI Mawang yang telah duduk di Kelas 4 belum bisa membaca atau pun mengenal huruf.

Relawan Gowa Menyala dan siswa foto bersama.-Foto: Ist/ Nurul Rahmatun Ummah

Hal ini yang menjadi keprihatinan mendalam bagi Bunga untuk tetap bekerja mengajari anak-anak tersebut. Meski saat itu jumlah relawan masih sedikit, tapi semangat Bunga untuk mengajari anak-anak tersebut sangat kuat.

“Kalau saya tidak kuat, maka saya tidak dapat menguatkan orang lain dan gerakan literasi ini akan bubar. Lalu, bagaimana nasib anak-anak tersebut?” truturnya.

Hal yang sama sangat dirasakan oleh Hasrul Hamid, yang juga salah satu relawan yang sudah bergabung sejak Gowa Menyala terbentuk. Banyak kendala yang dihadapi selama menjadi relawan Gowa Menyala. Tetapi, melihat Bunda Bunga begitu bersemangat, dirinya juga tidak mau kalah.

Keinginan Hasrul sama dengan keinginan Bunda Bunga yang mau mengajari anak-anak tersebut agar dapat membaca. Meski di tengah kesibukkannya menempuh pendidikan S2, Hasrul tetap meluangkan waktunya untuk mengajari anak-anak tersebut. Hasrul selalu mengikuti agenda rutin yang diadakan oleh gerakan Gowa Menyala tersebut.

Hasrul mengungkapkan, bahwa dirinya tidak akan bosan untuk mengajari anak-anak tersebut. “Saya ingin mereka pintar membaca, apalagi anak-anak tersebut kelas 4 SD dan sebentar lagi kelas 6, kalau seperti itu bagaimana mereka mengikuti ujian nasional nantinya?” jelasnya.

Ia pun berarapan, ke depan lebih banyak relawan yang mau ikut membantu dan meluangkan satu hari waktu mereka untuk mengajari anak-anak tersebut.

Lihat juga...