banner lebaran

GSM Bethel Winangun Manado Gelar Festival Figura

157

MANADO — Guru sekolah minggu (GSM) Jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Bethel Winangun, menggelar festival figura, Minggu (28/1/2018). Festival digelar untuk memperingati hari Kuncikan.

Festival figura GSM GMIM Bethel Winangun digelar dari pukul 15.00 Wita dan berakhir pada pukul 18.00 Wita. Dalam festival figura di hari Kuncikan tersebut, puluhan GSM dan anak sekolah minggu (ASM) berjalan kaki mengelilingi wilayah Winangun. Mereka berpakaian Ala figura sambil menyanyikan lagu rohani untuk menarik perhatian masyarakat yang berada di sepanjang jalan yang dilewati oleh rombongan festival.

Saat perjalanan peserta festival mampir ke rumah warga sambil bernyanyi untuk menghibur penghuni rumah. Tidak ada rumah warga yang terlewati sehingga semua warga bergembira bersama peserta festival. Karena hiburan yang diterima, wargapun memberikan bantuan dalam bentuk uang.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulut Daniel Mewengkang menyebut, Kuncikan merupakan suatu tradisi dan budaya yang sudah ada sejak dahulu di Minahasa. Jika dulu kegiatan tersebut hanya dilakukan oleh orang Minahasa, kini tradisi tersebut sudah menyebar ke seluruh wilayah Sulawesi Utara.

Dengan demikian, akhirnya setiap tahun perayaan hari Kuncikan selalu diperingati oleh warga Minahasa di Manado dengan menggelar festival figura. “Ini juga merupakan salah satu bentuk kegiatan untuk menarik wisatawan datang ke daerah terutama di Manado. Festival figura itu unik dan hanya ada di Sulut, sehingga ini salah satu bentuk kegiatan untuk menunjang pariwisata di kota Manado dan Sulut, karena selain di kota Manado hampir seluruh daerah juga menggelar kegiatan festival figura,” kata Mewengkang.

Figura merupakan pemeran pembantu dalam sebuah drama atau kegiatan. Karenanya festival figura di Manado, sebagian besar warga peserta festival mengenakan pakaian unik dan lucu. Seperti kostum pakaian anak sekolah untuk anak kecil, tapi yang menggunakan orang dewasa, begitupun dengan penampilan wanita dan seluruh assesorisnya yang diperankan oleh pria dan begitu sebaliknya.

Tampilan yang unik dan lucu tersebutlah yang bisa menjadi hiburan bagi masyarakat dan wisatawan. Penampilan tersebut menambah keceriaan dari peserta maupun warga yang mensaksikan festival.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.