Harga Beras di Pangkalpinang Melebihi HET

310

PANGKALPINANG – Harga beras premium dan medium di pasar tradisional di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami kenaikan signifikan. Dari pantauan yang dilakukan, harga yang berlaku di pasar saat ini melebihi harga eceran tertinggi (HET).

Salah satu pedagang di Pasar Pembangunan Pangkal Pinang bernama Bambang menyebut, harga beras medium dan premium pada awal 2018 naik Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram. “Beberapa merek beras harganya di atas HET,” ujar Bambang, Minggu, (7/1/2018).

Kenaikan harga beras disebabkan stok beras di Pangkalpinang berkurang. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh pasokan beras dari daerah sentra terhambat akibat cuaca di perairan laut sedikit ekstrem. Angin kencang, gelombang tinggi di perairan setempat mengakibatkan curah hujan yang tinggi.

Cuaca yang kurang bersahabat tersebut berakibat pada sulitnya kapal untuk melayani kebutuhan transportasi pasokan beras. “Sembako di Babel termasuk beras didatangkan dari luar daerah menggunakan kapal laut namun sejak angin kencang, gelombang tinggi disertai curah hujan tinggi mengakibatkan pasok terhambat,” tambahnya.

Pada September 2017 Pemprov Bangka Belitung telah melaunching HET beras premium Rp13.300 per kilogram dan beras medium Rp9.950 per kilogram. Tetapi di 2018 ini harga beras di pasar untuk jenis premium naik dari Rp11.500 menjadi Rp13.500. Beras medium biasanya Rp9 ribu naik menjadi Rp10 ribu hingga Rp11 ribu per kilogram.

Bambang menyebut, harga beras naik beberapa kali, sejak pertengahan Desember atau menjelang Natal dan Tahun Baru. “Kenaikan beras sudah dari distributor jadi kami sebagai pengecer juga harus menaikkan,” katanya.

Pedagang beras lainnya, Wati mengatakan, kenaikan beras membuat sebagian pembeli kaget. “Kita sebagai pedagang berusaha untuk menjelaskan kepada masyarakat terkait naiknya harga beras yang sudah ditentukan oleh distributor,” katanya.

Ia berharap pasokan beras dari daerah sentra kembali normal supaya stok beras di Pangkalpinang aman dan tidak memicu kenaikan harga. “Kasian masyarakat kalau harga Sembako semakin naik sehingga berdampak terhadap pedagang karena pembeli menurun,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...