hut

Inovasi Keripik Pisang Ijo dari Makassar

MAKASSAR — Orang Makassar mengenal pisang ijo sebagai panganan untuk dinikmati bersama dengan kuah kental, es dan sirup. Namun seorang warga Wahyuni Amiruddin, pisang ijo dapat diubah menjadi makanan snack yaitu berupa keripik.

Ketika Cendana News mendatangi kediaman Wahyuni yang berada di BTN Makio Baji, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala. Tampak di ruang tamu Wahyuni  terdapat etalase tempat menyimpan keripik pisang ijo buatannya.

Rumah yang menjadi tempat tinggal Wahyuni, sekaligus menjadi tempat produksi keripik pisang ijo tersebut. Usaha keripik pisang ijo yang dirintis oleh Wahyuni sudah berjalan selama 5 tahun.

Wahyuni menceritakan, jika usaha biro perjalanan dalam dan luar negeri membuatnya mendapatkan inspirasi membuat keripik ijo ini.

“Pisang ijo juga merupakan makanan khas Makassar tetapi pisang ijo tidak mampu untuk bertahan lama. Selain itu saya juga ingin mengakat kuliner khas Makassar jadi saya membuat kripik pisang ijo,” jelas Wahyuni pada Cendana News, Selasa (23/01/2018).

Sebelumnya Wahyuni menjalankan berbagai usaha biro perjalanan dalam dan luar negeri akan tetapi usaha ini kurang berkembang. Setelah mengikuti bebagai pelatihan akhirnya dan pengalaman usaha yang pernah dijalani Wahyuni mengembangkan usaha keripik pisang ijo. Wahyuni dalam sehari mampu membuat 50-70 Bungkus keripik pisang ijo.

Dengan dibantu oleh saudarannya wahyuni mengembangkan usaha kripik pisangnya ini. Modal awal yang dikeluarkan oleh perempuan kelahiran 27 tahun lalu ini sebesar Rp10.000.000. Hingga kini Wahyuni mampu mendapatkan omzet sebesar Rp15.000.000- Rp20.000.000.

Untuk pembuatannya kripik pisang ijo ini hampir sama dengan pembuatan pisang ijo pada umumnya. Bahannyaberupa pisang mengkal, tepung terigu, pewarna makanan dan juga sirup DHT. Hanya saja cara memasak pisang ijo untuk pencuci mulut dan keripik pisang ijo berbeda.

Perempuan lulusan STIMIK Handayani ini menjelaskan, bahwa dirinya hanya mampu membuat dalam skala kecil.

“Untuk saat ini saya hanya mampu memproduksi dalam skala kecil saja. karena masih belum mendapatkan modal untuk menyewa tempat dan mebeli peralatan,” tuturnya

Untuk pemasarannya sendiri Wahyuni sudah memasukkan kripik pisangnya diMini Market dengan toko oleh-oleh Makassar, Bahkan keripik pisang Wahyuni mampu menembus pasar luar negeri yaitu jepang.

Harga keripik pisang ijo Wahyuni sendiri dibandroll Rp5.000 hingga Rp10.000 per bungkusnya. Cara pengolahan keripik pisang Wahyuni sendiri masih terbilang tradisional.

Untuk membuktikan keseriusan menjalankan usaha keripik pisang ijo ini. Wahyuni berjuang memperoleh izin usaha yang disebut Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan. Hal ini untuk mematenkan merek keripik pisang ijonya, walaupun dalam skala Makassar.

Harapan ke depannya, Wahyuni ingin melebarkan lagi usahanya sehingga bisa lebih besar lagi.

“Saya ingin memiliki kios dan juga peralatan yang lebih memadai untuk bisa lebih berkembang lagi, agar tidak hanya di Makassar saja. tapi di seluruh Indonesia,” tutupnya.

Keripik pisang ijo-Foto; Nurul Rahmatun Ummah.
Lihat juga...