Kebutuhan Beras di Balikpapan Bergantung Pasokan dari Luar

181

BALIKPAPAN — Kota Balikpapan hanya mampu memenuhi kebutuhan beras sebesar 0,02 persen, sehingga untuk memenuhi kebutuhan beras harus didatangkan dari Sulawesi dan Jawa Timur. Hal itu karena lahan pertanian sangat terbatas, mengingat Balikpapan merupakan daerah perkotaan.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Balikpapan, Yosmianto, menjelaskan dalam memnuhi kebutuhan beras, kota minyak sangat bergantung dari daerah pemasok atau daerah produksi, yaitu Jawa Timur dan Sulawesi.

“Jadi, kita banyak menggantungkan dari Sulawesi dan Jawa Timur. Kita itu hanya bisa penuhi 0,02 persen, itu sangat jauh dari kebutuhan kita. Sedangkan kebutuhan untuk kota sekitar sekitar 133 kg per kapita per tahun,” terangnya, Senin, (29/1/2018).

Pada tahun ini, Balikpapan pun hanya memiliki 36 hektare untuk padi dan luasan itu sangat minim untuk kota menuju swasembada pangan. Dari 36 hektare itu, baru 1 hektare yang panen dan sisanya akan panen pada bulan Februari dan Maret 2018.

“Untuk Balikpapan ada 36 hektare, dan baru satu hektare yang panen. Februari dan Maret baru akan panen. Masa panen pun  hanya memenuhi sedikit atau kontribusinya jauh sekali, jadi cepat habis,” beber pria yang akrab disapa Yos.

Menurutnya, produksi padi di Balikpapan untuk satu hektarenya sekitar 4 ton. Dan, masa tanam padi untuk kota Balikpapan dalam setahun hanya sekali, karena belum memiliki irigasi air dan tenaga yang minim. Sehingga untuk tanam sangat mengandalkan sistem tadah hujan.

Pada 2018 ini, pihaknya mendapatkan target dari Provinsi Kalimantan Timur untuk menanam padi seluas 70 hektare. “Ada target dari provinsi hanya 70 hektar untuk satu kali musim tanam. Tetap saja kita hanya mampu 0,2 persen karena lahan tidak ada,” tutupnya.

Baca Juga
Lihat juga...