banner lebaran

Kelancaran Pasokan Ikan Laut Dukung Usaha Kuliner di Lampung

155

LAMPUNG — Lokasi yang dekat untuk memperoleh bahan baku ikan membuat sejumlah pemilik usaha kuliner di Jalan Lintas Timur (Jalintim) dan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Lampung lebih bersemangat.

Yunita (36) selaku salah satu pemilik waru

ng di jalan lintas Timur menyebutkan, bahan baku usahanya merupakan hasil tangkapan nelayan wilayah pesisir Lampung Selatan dan kualitasnya terjaga karena dalam kondisi segar.

Beberapa nelayan yang sudah bekerjasama dan menjadi langganan bahkan mengirimkan sesaat setelah perahu nelayan berlabuh.

“Dengan dekatnya lokasi pendaratan ikan di wilayah pesisir Bakauheni dan Kalianda baik dalam kondisi segar maupun dalam bentuk kering sehingga usaha kuliner kami tetap beroperasi,” ungkap Yunita pemilik warung makan Mantap di Jalan Lintas Timur KM 01 Bakauheni kepada Cendana News, Minggu (28/1/2018).

Yunita menyebut dalam kondisi cuaca tidak bersahabat dirinya tetap bisa memperoleh ikan segar dari sejumlah nelayan yang memelihara ikan dengan sistem keramba jaring apung. Jenis teri asin maupun teri tawar yang dihasilkan oleh produsen bahkan bisa diambil dari wilayah Bakauheni dan pesisir Kalianda sebelum teri tersebut dikirim keluar daerah.

Berjarak hanya satu kilometer dari tempat pendaratan ikan sekaligus sentra pengolahan ikan teri asin, teri tawar dan ikan asin membuat sebagian rumah makan di wilayah tersebut didominasi olahan ikan laut.

Wahid, kepala urusan keuangan Desa Bakauheni menyebutkan, warung kuliner di sepanjang Jalan Lintas Timut lebih kurang 45 unit. Kedekatan dengan pendaratan nelayan tangkap dengan perolehan ikan segar membuat kebutuhan mudah terpenuhi dan saling menguntungkan.

“Saat membutuhkan pasokan ikan berbagai jenis termasuk teri para pedagang kuliner lebih mudah langsung dari produsen dan nelayan tidak harus membeli di pasar,” terang Wahid.

Haji Aras, produsen teri tawar di Muara Piluk Bakauheni menjadi pemasok sejumlah pemilik usaha kuliner [Foto: Henk Widi]
Haji Aras, salah satu pembuat teri tawar menyebutkan, permintaan sejumlah pemilik usaha kuliner di Jalan Lintas Timur selama ini dipenuhi oleh produsen tanpa harus mencari di tempat lain. Proses pembuatan tanpa zat pengawet dengan proses pengeringan sinar matahari membuat sejumlah pemilik usaha kuliner menyukai teri tawar buatannya.

“Pelanggan teri tawar biasanya sepekan sekali membeli lima hingga sepuluh kilogram untuk bahan baku pelengkap sambal cabai teri yang disajikan dalam makanan khas Padang serta sebagian dibuat peyek ikan teri tawar,”t erang Haji Aras.

Haji Aras menyebut dengan harga Rp60.000 di tingkat produsen setiap kilogramnya dirinya tak perlu khawatir dalam pemasaran, bahkan sebagian pelanggan mendatangi rumahnya sehingga tak perlu menjual ke tempat lain.

Hubungan saling menguntungkan antara pemilik warung dengan produsen teri dan sejumlah nelayan di Muara Piluk membuat hasil tangkapan ikan nelayan cepat terjual dalam bentuk ikan segar. Sementara saat bahan baku teri tawar melimpah dirinya memastikan bisa memenuhi permintaan para pemilik usaha kuliner di wilayah tersebut dengan masa penyimpanan maksimal selama dua pekan dan jenis teri asin bisa bertahan lebih lama.

Pasokan ikan terutama ikan air laut yang lancar juga diakui Sodik (37) salah satu pedagang ikan laut di pasar higienis Kalianda dengan melimpahnya sejumlah ikan segar diantaranya jenis tongkol, simba, tengkurungan dan ekor kuning yang kerap dibeli oleh pemilik usaha kuliner. Sodik yang membeli ikan dengan sistem pelelangan dari sejumlah nelayan menyebut selain dibeli oleh masyarakat umum ikan laut yang dijual merupakan pesanan dari pemilik usaha restoran dan warung kuliner di sepanjang Jalinsum dengan harga Rp15.000 hingga Rp50.000 perkilogram.

“Pedagang ikan kerap memiliki pelanggan tetap sejumlah restoran dan usaha kuliner sehingga kami saling membutuhkan pembeli dan usaha kuliner tetap beroperasi,”beber Sodik.

Meski kondisi cuaca didominasi oleh angin kencang namun sejumlah nelayan dengan kapal ukuran besar disebut Sodik masih tetap beroperasi sehingga produsen teri tawar,teri asin masih tetap beroperasi. Pedagang ikan seperti dirinya dan pemilik usaha kuliner pun tetap bisa melakukan usahanya dengan ketersediaan bahan baku yang lancar.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.